Syafiq Penggemar komputer, ahlinya cetak mencetak ^^

Learning English?

Belajar Bahasa Inggris

Actually It’s been a long time since the last time I made an English conversation.

Speaking of which, the first time when I learnt English was several years ago. I interested learning English because I was really like playing online games.

Pusing? Pakai bahasa Indonesia deh.

Tapi ya.. sebenarnya untuk kamu yang belum bisa berbahasa Inggris, lebih baik mulai belajar dari sekarang.

Alasannya di jaman modern seperti sekarang, penggunaan bahasa Inggris meningkat pesat. Bahkan merupakan hal yang biasa kalau kamu main ke kota-kota besar.

Tapi seperti yang diketahui, belajar sesuatu pasti butuh proses. Misalnya pengalaman saya belajar bahasa inggris ini:

Awal Mula Belajar Bahasa Inggris

Pengalaman Belajar Inggris

Sedikit cerita, percaya nggak percaya, saya ini sudah tertarik mempelajari bahasa sejak saya masih kecil.

Let’s make some simple examples:

Mungkin kamu kamu sudah mengetahui kalau di Indonesia hiburan pop Jepang dan Korea banyak digandrungi anak-anak muda.

Jauh sebelum itu.. sekitar tahun 2008 saya sudah pernah loh, iseng belajar bahasa Jepang sendiri.

Belajar pakai apa? Yah, cuma modal kamus doang sih hehe..

Tapi ketika itu saya sudah cari-cari informasi tentang lembaga atau kursus yang bisa mengajarkan anak bahasa Jepang.

Tapi di tahun 2008, dulu internet belum begitu popular dibanding sekarang, sehingga informasi yang didapatkan menjadi sangat terbatas.

Apalagi di kota tempat saya tinggal (Cirebon Jawa Barat) dulu pembangunannya masih belum merata…

..Dan masih sepi juga.

Tertarik Belajar Bahasa Inggris

Belajar Pengetahuan Bahasa Inggris

Saya ini sangat hobi main game online. Dulu waktu kecil bahkan pernah juga bandel, main game online satu hari hingga lebih dari 10 jam! (Jangan ditiru ya).

Tapi di waktu yang sama, saya mendapati satu hal:

Bahasa Inggris itu penting!”

Kenapa? Karena 7 dari 10 orang yang saya temui di room game tertentu berasal dari luar negeri semua.

Alhasil saya jadi sulit berkomunikasi, dan lebih sering diam ketimbang chatting. Pokoknya kacau deh.

Dari sini lah saya mulai tertarik belajar bahasa Inggris.

Yep, as simple as that!

Belajar Sendiri Secara Otodidak

Belajar Inggris Otodidak

Yang pertama saya lakukan adalah belajar secara otodidak.

Sebenarnya saya waktu itu punya guru privat yang biasa mengajar pelajaran umum. Sayangnya bahasa Inggris bukan bidang beliau.

Untuk metode yang saya lakukan adalah mencari di Google cara belajar bahasa Inggris, mulai dari dasarnya.

Hasilnya?

Sama sekali nggak paham!

Guru Pertama Bahasa Inggris

Pengalaman Belajar Bahasa Inggris Melalui Seorang Guru

Setelah beberapa bulan stuck di materi-materi internet yang itu-itu aja, saya akhirnya meminta orang tua saya untuk mendatangkan guru privat lagi.

Yup, khusus untuk bahasa Inggris.

Kebetulan orang tua saya itu sangat peduli kalau masalah pendidikan. Tidak pakai lama, mereka mulai mencari informasi-informasi guru yang bisa mengajarkan saya bahasa Inggris.

Selang beberapa hari kemudian, ada dua orang yang datang ke rumah saya.

Mereka adalah guru bahasa Inggris dan matematika.

PS : Nggak usah dibahas soal yang guru matematikanya ya disini wkwk

Pengalaman Pertama Belajar Bahasa Inggris Dengan Guru

Pelajari Inggris Dengan Guru Baru

Kata orang, kalau belajar itu mending langsung ke ahlinya.

Guru saya waktu itu merupakan seorang mahasiswa tingkat akhir, yang ternyata sudah biasa mengajarkan anak-anak SMA.

(Waktu itu saya masih 12 tahun-an sih kalau nggak salah, hehe).

Awal pertama kami saling mengenalkan diri. Agak minder juga sih, walau waktu itu (ketika belajar) ada adik-adik saya, tapi guru bahasa Inggris saya ini terbilang aktif (dalam artian menyenangkan).

Materi yang pertama kali kami pelajari adalah grammar.

Grammar kalau menurut Wikipedia adalah ilmu mempelajari kaidah-kaidah yang mengatur penggunaan bahasa.

Dalam bahasa inggris terdapat setidaknya 16 jenis grammar yang berfungsi untuk mengatur berbagai kalimat di waktu lampau, saat ini, dan masa yang akan datang.

Materi ini awal-awal sejujurnya bikin saya pusing sih..

Apalagi kalau bicara soal penafsiran waktu, would be harder.

Guru Hanya Mengajar 1 Bulan

Guru Bahasa Inggris Berhenti Mengajar

Yang sangat disayangkan ketika itu adalah, guru bahasa Inggris saya tadi hanya mengajar kurang lebih sekitar 1 bulan saja.

Seperti yang diceritakan sebelumnya, ia merupakan seorang mahasiswa tingkat akhir, yang sibuk dengan tugas-tugas termasuk skripsi.

Ia mengundurkan diri atas alasan tersebut. Dan ya.. setelah itu saya kembali harus mempelajari bahasa Inggris secara otodidak.

2 Tahun Kemudian: Mendapatkan Guru Bahasa Inggris Baru

Mempelajari Bahasa Inggris

Yup, 2 tahun.

Sudah sekitar 2 tahun sejak terakhir kali guru bahasa Inggris terakhir yang mengajari saya mengundurkan diri.

Dan selama 2 tahun itu juga sulit sekali untuk mendapatkan penggantinya.

Apalagi orang tua saya juga lumayan sibuk.

Tapi Alhamdulillah, dari salah satu kenalan ayah saya, ada seorang guru bahasa Inggris yang kompeten, sudah berpengalaman mengajar bahasa Inggris di lembaga-lembaga yang bertujuan mengirimkan murid-murid ke luar negeri.

Namanya? Sebut saja pak iman.

Berkenalan Dengan Guru Baru

Pengalaman Mempelajari Inggris Dengan Seorang Guru

 

Pak iman ini orangnya tenang dan santai. Umurnya kurang lebih sekitar 40 tahunan.

Tapi jangan salah, walau umurnya sudah kepala empat, tapi pak iman ini hobi sekali main game di komputer. Bahkan banyak judul-judul game yang sudah ia tamatkan.

Yang pertama kali kami bicarakan tentu soal game.

Karena seperti yang kamu sudah baca tadi, saya ini hobi sekali main game.

Disana saya ceritakan online, sebenarnya saya juga suka sekali main game offline (malah lebih banyak yang offline-nya).

Proses Belajar

Pengalaman Proses Belajar Inggris

Singkat cerita..

Materi yang sudah saya pelajari dua tahun sebelumnya bisa dibilang sudah lumayan lupa.

Karena itulah pak iman menyarankan saya untuk mempelajari ulang kembali materi-materi tersebut, supaya bisa dipahami.

Welcome back grammar!

Mempelajari Materi Baru

Belajar dengan pak iman ini bisa dibilang agak susah.

Karena beliau lebih berpengalaman mengajar murid-murid yang ingin pergi ke luar negeri, dengan skill bahasa Inggris yang jauh lebih baik dari saya.

Alhamdulillah, setelah beberapa bulan, saya bisa memahami sepenuhnya tatacara penggunaan grammar bahasa Inggris dengan cukup baik. Meliputi seluruh tenses yang ada.

But.. that was still going..

Masih banyak materi-materi lain yang harus saya pelajari.

Tapi dua hal yang paling berkesan menurut saya, adalah idiom dan inversion.

Mempelajari Idiom

Idiom Bahasa Inggris

Apa itu Idiom? Idiom adalah sebuah ungkapan bahasa Inggris, dimana bahasa dan artinya sangat berbeda kalau diterjemahkan.

Contohnya: Under the weather.

Under the weather kalau diterjemahkan kurang lebih dibawah cuaca (Under = dibawah, The Weather = cuaca).

Tapi itu salah.

Under the weather artinya adalah sedang tidak enak badan (kurang sehat). Misalnya sedang terkena pilek, batuk atau flu.

Itu baru satu contoh ya. Masih banyak lagi, seperti bull’s eye, the cream of the crop, dead-end, set-eyes dan lain-lain.

FYI aja, idiom ini bisa dibilang penting dipelajari loh.

Karena di negara-negara dengan native english seperti Amerika, Australia, Britania raya dan lain sebagainya, masyarakat disana banyak sekali menggunakan idiom.

Mempelajari Inversion

Mempelajari Inversion Inggris

Inversion adalah pengaturan kata dalam bahasa Inggris untuk membalikkan kalimat. Misalnya dari ‘A’ menjadi ‘B’.

Gak paham? Sama saya juga.

Inversion ini merupakan materi yang sampai sekarang saya belum selesai mempelajarinya. Diantara susah paham dan saya waktu nggak sabar ingin mempelajari materi lain, hehe. Akhirnya skip deh.

Padahal mah, kalau kata guru saya, inversion itu merupakan salah satu tolak ukur kemampuan bahasa Inggris seseorang (selain grammar, vocabulary [penguasaan jumlah kata bahasa inggris] dan idiom).

Karena sama seperti idiom, inversion banyak dipakai di negara-negara dengan masyarakat native english.

Berhenti Mengajar

Guru Berhenti Mengajar Inggris

Since 2016 (if I’m not mistaken), means that my teacher has taught me for more than 4 years. It was a long time, but like a short time.

Semakin lama, saya semakin sibuk dengan pekerjaan saya. Begitu juga dengan guru saya, yang lembaga tempat ia mengajar semakin banyak.

Ditambah ternyata ia juga katanya ingin menjadi tenaga pengajar bahasa Inggris di salah satu sekolah swasta yang lumayan terkenal di kota Cirebon.

Akhirnya saya pun memutuskan untuk berhenti.

Ya.. gitu deh, hehe..

Walau sudah berhenti, tapi saya dan guru saya terkadang masih suka mengirimkan pesan chatting, entah melalui WhatsApp atau Facebook.

Beliau juga sering berkomentar atau menanyakan status-status yang diunggah di media sosial yang saya pakai.

Tips Buat Kamu Yang Ingin Belajar Bahasa Inggris

Tips Belajar Bahasa Inggris

Apakah mempelajari bahasa Inggris itu sulit? Kalau ditanya begitu, jawabannya tentu saja iya.

Makanya kamu harus sabar dalam belajar. Jangan melakukan kesalahan yang sama seperti saya, melewati materi inversion yang padahal bagus sekali kalau diterapkan.

Nah, seperti yang tertera pada subjudul, disini saya ingin berbagi sedikit tips untuk kamu yang ingin, atau sedang mempelajari bahasa Inggris.

Speaking yang paling utama

Belajar Speaking Inggris

Speaking (berbicara) adalah yang paling utama kalau kamu ingin belajar bahasa Inggris.

Dan disini salahnya.. kebanyakan orang justru lebih senang mempelajari grammar ketimbang speaking.

Padahal jika kamu belajar speaking, maka secara otomatis grammar akan mengikuti.

Tingkatkan Listening

Tingkatkan Listening Inggris

Kalau speaking adalah berbicara. Nah, listening ini artinya mendengar.

Mendengarkan orang yang sedang berbicara bahasa Inggris bisa dikatakan agak sulit jika belum biasa. Kamu hanya mendengar kata ‘cas, cis, cus’ yang nggak jelas di telinga.

Kamu bisa melakukan ini di waktu yang sama ketika belajar speaking. Atau bisa coba dengar percakapan bahasa Inggris di Youtube. Cukup kok untuk meningkatkan skill listening.

Fokus Meningkatkan Vocabulary

Fokus Vocabulary Inggris

Kalau menurut guru saya, kebanyakan orang terbata-bata ketika berbicara dalam bahasa Inggris, adalah karena masalah keterbatasan vocabulary.

Karena itu, direkomendasikan agar kamu setiap hari selalu mempelajari kosakata baru untuk memperkaya vocabulary kamu.

Bisa juga tambahkan idiom beserta phrasal verb di waktu yang sama ketika belajar.

Jangan Takut Salah

Jangan Takut Salah Belajar Bahasa Inggris

‘Katanya’, orang Indonesia ketika berbicara bahasa Inggris kemudian salah, maka akan ditertawakan orang-orang lain yang mendengarnya.

Padahal ini salah..

Orang-orang luar dengan native english sebenarnya tidak peduli, kalau ‘misalnya’ kamu melakukan kesalahan ketika memakai bahasa Inggris.

Malah mereka akan menghargai kamu yang sudah berusaha.

Karena itu, jangan takut salah ya!

 

Akhir Kata

 

Pengalaman belajar bahasa Inggris. Artikel ini sudah dirangkai menjadi 1500 kata lebih. Kalau kamu sudah membacanya semua, maka selamat! Kamu termasuk orang yang sabar, hehe.

See ya.

Syafiq Penggemar komputer, ahlinya cetak mencetak ^^

Printer Bergaris

Syafiq
3 min read

Template Nota Excel

Syafiq
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *