Afriansyah Seorang penggemar elektronika dan hal-hal berbau teknologi

Pengertian Motor DC

Pengertian Motor DC – Pada sebuah peralatan elektronik seperti kipas, vibrator ponsel dan sebagainya pasti memerlukan komponen penggerak.

Komponen tersebut berfungsi mengubah arus listrik searah yang masuk menjadi gerak kinetik.

Didalam dunia elektronika, komponen itu dapat disebut dengan Motor DC. Dengan komponen tersebut, maka perangkat elektronik apapun yang menggunakannya akan dapat berfungsi dengan baik.

Nah, apa saja ya fungsi dari motor DC? Ini dia pembahasannya:

Pengertian Motor DC Adalah…

Contoh Pengertian Motor DC
bukalapak.com

Motor DC adalah sebuah rangkaian elektronik yang dapat mengubah energi listrik menjadi gerak kinetik, dengan memakai sumber arus listrik searah.

Motor DC ini memiliki dua terminal didalamnya, yang nantinya dapat menghasilkan sejumlah putaran per-menit atau biasa disebut dengan RPM (Revolutions Per Minute).

Putaran pada motor DC mengikuti arah jarum jam. Namun bisa berlawanan jika polaritas listrik yang diberikan tersebut dibalikan.

Pada umumnya, kecepatan putaran pada motor DC sekitar 3000 sampai 8000 RPM dengan tegangan operasionalnya 1,5V hingga 24V. Kegunaannya biasa dipakai pada peralatan elektronik seperti vibrator ponsel, bor listrik DC dan sebagainya.

Fungsi Motor DC (Direct Current)

Fungsi dari Motor DC

Motor DC menjadi sebuah rangkaian yang penting untuk dapat merubah arus listrik menjadi energi gerak.

Energi gerak tersebut memiliki banyak sekali fungsi. Terutama dalam penerapannya pada sebuah perangkat elektronik.

Apa saja? Ini dia:

1. Sebagai Penggerak Pintu Putar

Pernah melihat pintu putar yang bisa membuka dan menutup pintu secara otomatis?

Salah satu komponennya yang dipakai sebagai mekanis pada pintu tersebut adalah motor DC. Dikarenakan motor DC ini memiliki fungsi driver H-Bridge yang berguna untuk mengaturnya agar bisa berputar.

Oh ya, ada alasan juga mengapa pintu tersebut bisa berputar secara otomatis.

Yakni karena pintu tersebut memiliki sensor IR. Tepatnya pada sekitar pintu tersebut. Ketika sensor IR terhalangi, maka motor akan membalik putarannya sehingga pintu dapat terbuka. Sedangkan jika pintu dibuka secara paksa, maka alarm akan menyala.

2. Sebagai Komponen Rangkaian Robot Sederhana

Penggemar robotika?

Pasti sudah paham, kalau motor DC dapat menggerakkan robot. Cara kerjanya yakni nanti komponen tersebut dikendalikan oleh komputer melalui pararel port. Dengan catatan, sebelumnya motor DC harus dihubungkan dengan transistor, relay dan resistor.

3. Sebagai Penggerak Peralatan Elektronik

Ini merupakan fungsi utama pada sebuah motor DC. Motor DC dapat berfungsi untuk me nggerakan baling-baling kipas, vibrator ponsel, mata bor dan sebagainya. Namun, pergerakkan yang terjadi harus memiliki sumber arus listrik DC atau searah.

Komponen Utama Motor DC

komponen motor dc
www.tes.com

Pada umumnya, Motor DC mempunyai tiga komponen utama agar dapat berfungsi seperti kutub medan magnet, kumparan dan commutator. Untuk lebih mendalaminya, berikut pembahasan mengenai komponen utama pada motor DC :

1. Kutub Medan Magnet

Motor DC mempunyai dua kutub medan magnet didalamnya, yaitu kutub utara dan selatan. Garis energi magnetik akan membesar melintasi ruang terbuka antara kedua kutub tersebut.

Biasanya, untuk motor yang lebih kompleks atau besar akan terdapat satu atau lebih elektromagnetik didalamnya. elektromagnet ini berfungsi menerima listrik eksternal dari sumber dayanya sebagai penyedia energinya.

2. Kumparan Motor DC

Kumparan motor DC umumnya berbentuk silinder yang dihubungkan ke as penggerak untuk dapat menggerakkan beban. Untuk kasus motor DC yang kecil, kumparannya berputar didalam medan magnet yang telah dibentuk oleh kedua kutub sampai bertukar posisi.

3. Commutator Motor DC

Commutator merupakan komponen yang paling penting pada sebuah motor DC. Komponen ini berfungsi untuk membalikkan arah arus listrik kedalam kumparan motor DC. Selain itu, Commutator juga dapat membantu transmisi arus antara kumparan dengan sumber daya.

Kelebihan Motor DC

eperti yang kita tahu, ada beberapa lagi komponen yang setidaknya punya fungsi yang sama dengan motor DC. Tapi apa saja ya kelebihan motor DC?

  • Torsi serta kecepatannya mudah dikendalikan
  • Performanya mendekati linier
  • Torsi awalnya besar
  • Mempunyai sistem kontrol yang relatif lebih mudah dan sederhana
  • Memiliki respon yang baik, sehingga cocok untuk pengaplikasian motor servo
  • Motor DC lebih baik untuk pengaplikasian yang berdaya rendah

Jenis-Jenis Motor DC

Pada umumnya, motor DC mempunyai 4 jenis. Yaitu:

  • Separately excited
  • Motor shunt
  • Motor seri
  • Motor dengan kompon gabungan

Lanjut, baca pembahasan berikut:

1. Motor DC Sumber Daya Terpisah/ Separately Excited

Separately Excited adalah jenis dimana sumber daya pada motor DC terpisah. Jadi, sumber dayanya mengambil dari luar (eksternal) agar dapat memfungsikan motor DC tersebut.

2. Motor DC Sumber Daya Sendiri / Self Excited: Tipe Shunt

Pada jenis ini, motor DC memiliki gulungan medan yang disambungkan secara pararel dengan dinamonya (A). Oleh sebab itu, total arus dalam jalur tersebut merupakan hasil penjumlahan dari medan dan dynamo.

Pada motor DC tipe shunt biasanya mempunyai karakteristrik kecepatannya seperti berikut :

  • Kecepatan pada praktiknya tidak bergantung pada beban dan cocok untuk penggunaan komersil. Karena biasanya penggunaan komersil memerlukan beban awal yang rendah, seperti halnya pada mesin.
  • Kecepatannya dapat dikendalikan dengan memasang tahanan dalam susunan seri pada dinamonya. Selain itu, bisa juga memasang tahanan pada arus medannya untuk menambah kecepatannya.

3. Motor DC Daya Sendiri: Tipe Seri

Pada jenis ini, motor DC memiliki gulungan medan yang dihubungkan secara seri dengan dinamonya (A). Oleh sebab itu, arus medan pada jenis ini sama dengan dinamonya.

Pada motor DC tipe seri biasanya mempunyai karakteristik seperti berikut :

  • Kecepatan motor tipe ini dibatasi pada 5000 RPM
  • Harus menghindari untuk menghidupkan motor seri tanpa adanya beban, karena dapat menimbulkan percepatan tanpa terkendali

4. Motor DC Kompon/Gabungan

Jenis ini merupakan gabungan dari motor tipe shunt dan seri. Pada jenis ini, gulungan medannya dihubungkan secara pararel dan seri dengan dinamonya (A). Sehingga, dapat membuat motor DC tipe ini memiliki torque penyalaan awal yang baik dan stabil.

Pada motor DC tipe kompon ini mempunyai karakteristik yang menarik. Semakin tinggi persentasi penggabungannya maka, maka semakin besar pula torsi penyalaan awal yang dapat ditangani oleh motor ini.

Tambahan Video

Akhir Kata

Kesimpulannya, dengan menggunakan motor DC sebagai komponen di suatu rangkaian elektronik, maka kita dapat mengubah arus listrik menjadi energi gerak. Sehingga peralatan seperti kipas, vibrator ponsel, bor listrik DC bisa berfungsi dengan baik.

Namun, fungsi dari motor DC tidak hanya seperti itu saja, ada pula sebagai penggerak robot dan komponen pintu putar otomatis. Selain itu, motor DC ini mempunyai beberapa kelebihan seperti torsinya dapat terkendali, sistem kontrol sederhana dan sebagainya.

Demikianlah informasi mengenai pengertian Motor DC (Direct Current). Dengan demikian, kita telah memahami arti, fungsi hingga jenis-jenis motor DC. Semoga informasi ini dapat berguna dan menjadi manfaat untuk kita semua.

Selesai baca pengertian motor DC, lanjut baca juga ya pengertian motor servo

Afriansyah Seorang penggemar elektronika dan hal-hal berbau teknologi

Pengertian Optocoupler

Afriansyah
3 min read

Pengertian MOSFET

Afriansyah
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *