Afriansyah Seorang penggemar elektronika dan hal-hal berbau teknologi

Pengertian Lean Manufacturing

Pengertian Lean Manufacturing Adalah

Tahukan kamu pengertian Lean Manufacturing? Biasanya Lean Manufacturing sering terdengar disebuah perusahaan yang bergerak dibidang produksi atau manufaktur.

Kini, konsep tersebut mulai banyak diterapkan dibeberapa perusahaan Indonesia yang sering dikenal dengan strategi pembaharuan dan perbaikan.

Selain itu, banyaknya perusahaan yang bermunculan di era modern ini, tentunya berakibat juga dengan datangnya pesaing baru.

Pada pembahasan ini, kita akan dapat mengetahui pengertian Lean Manufacturing secara mendalam.

Kita juga akan membahas beberapa alasan penting mengapa perusahaan membutuhkan Lean Manufacturing, prinsip dasar dan lainnya.

Nah ini dia artikelnya:

Apa itu Lean Manufacturing?

Lean Manufacturing adalah sebuah strategi atau cara berpikir manajemen perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dari sisi manufaktur maupun produksi.

Sehingga, perusahaan manufaktur tersebut dapat memaksimalkan nilainya terhadap pelanggan dan meningkatkan keuntungannya.

Alasan keuntungannya meningkat, karena pada strategi ini perusahaan dapat menghilangkan aktivitas atau persediaan yang tidak efektif (waste).

Dengan demikian, maka perusahaan dapat mengurangi beban biaya, memaksimalkan kinerja karyawan dan membuat siklus produksi lebih efisien.

“Pada dasarnya, strategi ini diperkenalkan oleh Toyota Production System (TPS) yang merupakan sistem produksi hasil perkembangan dari Toyota Motor Corporation.”

Saat ini, strategi Lean Manufacturing banyak di implementasikan pada perusahaan, supaya dapat mengembangkan inovasi dan meningkatkan profitabilitas yang lebih baik.

Selain itu, perusahaan tersebut juga dapat dikatakan Continuous Improvement (CI) supaya tercapainya Customer Intimacy dan Operational Excellence.

Prinsip Dasar Lean Manufacturing

Pada dasarnya, prinsip Lean Manufacturing berbeda dari metode perusahaan lainnya yang hanya terfokuskan pada pemanfaatan sumber daya dan efisiensi saja.

Namun, Lean Manufacturing mempunyai prinsip untuk menekankan atau memfokuskannya pada pengurangan persediaan dan aktivitas yang tidak efektif.

Ringkasnya, strategi ini berupaya untuk mengurangi persediaan atau aktivitas yang dapat menurunkan profit bahkan menimbulkan risiko kerugian.

Nah, apakah kamu sudah mendapat gambaran prinsip dasar Lean Manufacturing? Langsung saja kita simak pembahasannya:

Prinsip Mendefinisikan Nilai Produk (Define Value)

Mendefinisikan nilai produk (Define Value) harus didasarkan oleh pandangan pelanggan.

Biasanya, konsep yang tepat untuk digunakan adalah PME (Productivity, Motivation, and Environment) + QCDS (Quality Cost Delivery, Service).

Alasannya, karena prinsip tersebut mempunyai tujuan untuk dapat mengidentifikasi nilai yang berada pada semua aliran proses, dari pemasok hingga pelanggan.

Nantinya, hasil dari pendefinisian tersebut berupa informasi mengenai langkah apa saja yang tidak mempengaruhi nilai kepada kepuasan pelanggan.

Prinsip Menghilangkan Pemborosan (Waste Elimination)

Lean Manufacturing sangat berupaya untuk mengurangi bahkan menghilangkan pemborosan (Waste Elimination), seperti aktivitas maupun persediaan yang tidak menguntungkan.

Dengan menghilangkan pemborosan, maka perusahaan dapat mengurangi risiko terjadinya kerugian yang sia-sia.

Selain itu, perusahaan juga dapat meningkatkan keuntungannya.

Prinsip Mengutamakan Karyawan (Support the Employee)

Lean Manufacturing juga memiliki sebuah prinsip yang menghargai karyawannya baik pada level terendah maupun tertinggi berdasarkan organisasinya.

Alasannya, karena karyawan merupakan sebuah sumber daya yang dapat menjalankan operasional produksi disebuah perusahaan.

Oleh sebab itu, perusahaan diwajibkan untuk memberikan pelatihan serta pemahaman materi kepada karyawannya secara mendalam.

Mengapa butuh Lean Manufacturing?

Kenapa Butuh Lean Manufacturing

Berdasarkan beberapa penjelasan yang sudah kita bahas, Lean Manufacturing cukup penting untuk diterapkan pada manajemen perusahaan.

Sehingga dapat menciptakan kondisi perusahaan yang lebih bersahabat dengan para karyawannya dan meningkatkan profitabilitas.

Adapun beberapa alasan penting lainnya seperti dibawah ini:

1. Mengatasi Integritas Kerja Karyawan yang Rendah

Seperti pada prinsipnya yang mengutamakan karyawan, maka perusahaan dapat memenuhi kebutuhan mereka dilingkungan kerjanya.

Sehingga, karyawan pada perusahaan yang menggunakan strategi tersebut akan menjadi lebih produktif dan mengembangkan potensinya.

Jika tidak, maka dapat membuat karyawan menjadi tidak loyal terhadap perusahaan. Tentunya hal tersebut meningkatkan risiko akan terjatuh atau tergantikan dengan perusahaan lainnya.

2. Mengatasi Karyawan yang Tidak Disiplin

Meskipun mempunyai prinsip mengutamakan karyawan, namun strategi ini juga memandang untuk menghilangkan pemborosan pada perusahaan.

Karyawan yang tidak disiplin merupakan salah satu pemborosan dari sumber daya pada perusahaan.

Ketidak disiplinan karyawan tentunya akan membuat pekerjaan kantor menjadi kurang efektif dan efisien.

Maka sebelumnya, pada saat merekrut karyawan baru harus dilakukan seleksi atau pelatihan supaya terlihat kedisiplinan dan potensinya.

3. Mengatasi Karyawan yang Tidak Mampu Bekerja Secara Professional

Mempunyai karyawan yang tidak bekerja secara professional juga merupakan suatu pemborosan disebuah perusahaan.

Biasanya, karyawan ini memandang remeh tugas yang dikerjakannya sehingga memungkinkan untuk menelantarkan pekerjaannya.

Tentunya, hal tersebut akan mengurangi nilai efektifitas pada perusahaan bahkan bisa merugikan.

4. Mengatasi Karyawan yang Tidak Mampu Melaksanakan Kerjanya Dengan Efektif dan Efisien

Mempunyai karyawan yang tidak mampu menyelesaikan tugas pekerjaanya dalam rentan waktu yang ditentukan, tentunya dapat menyebabkan pemborosan dan kerugian.

Dengan menggunakan strategi Lean Manufacturing, maka perusahaan dapat mengatasi masalah tersebut. Seperti menggantinya dengan karyawan baru yang lebih berpotensi.

5. Mengatasi Kurangnya Pemanfaatan Sumber Daya yang Dimiliki Perusahaan Untuk Menghasilkan Produk Berkualitas

Dengan menggunakan Lean Manufacturing, maka perusahaan dapat mengatasi kurangnya pemanfaatan sumber daya, baik bahan produksi maupun pekerjanya.

Bahan produksi diperusahaan akan terkendali dan meminimalisir terjadinya pemborosan, sedangkan pada pekerjanya dapat membuatnya menjadi lebih disiplin.

Hal tersebut tentunya dapat meningkatkan keuntungan perusahaan yang optimal dan menjaga lingkungan kerja tetap nyaman.

Penjelasan Pemborosan Pada Lean Manufacturing (Waste)

1. Waste of Overproduction (Produksi yang berlebihan)

Jenis pemborosan ini terjadi karena perusahaan melebihkan barang produksinya atau tidak menyesuaikan jumlah pesanan dari pelanggannya.

Sehingga menyebabkan produksi berlebih (overproduction) dan pemborosan seperti penuhnya inventory digudang, tidak berputarnya modal dan lain sebagainya.

Adapun beberapa alasan perusahaan menyediakan produksi berlebih, seperti kualitas barang rendah dan adanya pemikiran siap dijual langsung saat pelanggan memesannya.

2. Waste of Inventory (Inventori)

Pemborosan ini biasanya terjadi akibat penimbunan bahan mentah yang melebihi kapasitas standarnya.

Selain pemborosan pada kapasitas gudangnya juga memerlukan modal yang besar, sehingga dapat menyebabkan penurunan profitabilitas perusahaan.

3. Waste of Defects (Cacat / Kerusakan)

Pemborosan ini terjadi karena adanya kerusakan atau kecacatan barang yang telah diproduksi perusahaan.

Sehingga perusahaan memerlukan biaya tambahan seperti untuk perbaikannya, tenaga kerja dan lain sebagainya.

4. Waste of Transportation (Pemindahan/Transportasi)

Jenis pemborosan ini biasanya seperti pengangkutan atau pemindahan barang yang melibatkan bantuan transportasi.

Misalnya, perusahaan yang ingin menempatkan stock barangnya digudang, namun belum sepenuhnya sesuai atau masih berkemungkinan dipindahkan lagi pada tempat lainnya.

5. Waste of Motion (Gerakan)

Jenis pemborosan ini biasanya seperti adanya gerakan dari mesin maupun pekerja yang mengurangi efisiensi waktu produksi.

Contohnya seperti penempatan antara beberapa mesin produksi yang berada diperusahaan tersebut, sehingga membuat gerakan berjalan yang dapat mengurangi efisiensi waktunya.

6. Waste of Waiting (Menunggu)

Pada perusahaan, biasanya ada saja pemborosan jenis ini terjadi. Seperti kurangnya bahan produksi yang menyebabkan pekerjanya tidak dapat memproduksi barang seperti biasanya.

Contoh lainnya adalah kerusakan mesin, maka pekerja harus menunggu alat tersebut diperbaiki supaya dapat melanjutkan operasionalnya.

Dengan demikian, hal-hal menunggu tersebut tentunya dapat mengurangi efisiensi waktu dan efektifitas produksi disebuah perusahaan.

7. Waste of Overprocessing (Proses yang berlebihan)

Setiap pelanggan tentunya menginginkan barang yang dibelinya berkualitas dan mempunyai nilai mutu tinggi.

Biasanya, langkah perusahaan untuk menanggulangi masalah tersebut adalah melakukan proses yang berlebihan atau berulang-ulang, namun tidak menambah kualitasnya.

Misalnya seperti proses pengecekan produk secara berulang, persetujuan yang melibatkan banyak orang dan lain sebagainya.

Solusinya, perusahaan dapat mencari akar masalah yang ada dan segera mengambil tindakan sesuai.

Oleh sebab itu, perusahaan memerlukan review dari pelanggan berupa kritik dan saran. Hal tersebut memungkinkan perusahaan untuk dapat meningkatkan kualitas dan mutu produk yang diproduksinya.

8. Waste of Skill (Kemampuan)

Pemborosan kemampuan juga dapat merugikan perusahaan, karena bisa menyebabkan kurangnya efektifitas dan efisiensi.

Salah satu contohnya adalah kurangnya pemanfaatan kemampuan karyawannya, sehingga perusahaan hanya mengandalkan staff-nya saja.

Namun, jika karyawan pada perusahaan tersebut ada yang memiliki potensi, maka tentu saja dapat meningkatkan profitabilitas dan membantu perusahaan mencapai target produksinya.

Ketahui Juga: Pengertian K3 Dalam Proses Produksi

Teknik Lean Manufacturing

Teknik Lean Manufacturing

Berdasarkan penjelasan-penjelasan sebelumnya, Lean Manufacturing merupakan strategi yang mementingkan penilaian customer, pemborosan dan mengutamakan karyawannya.

Karena strategi ini diperkenalkan Toyota Production System (TPS), maka teknik-teknik pada Lean Manufacturing menggunakan kalimat yang berasal dari bahasa Jepang.

Apa saja teknik-tekniknya?

1. 5S

5S adalah singkatan dari kalimat Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke. Berdasarkan artinya, 5S merupakan istilah yang sering disebutkan sebagai metode pengaturan area kerja.

Pada mulanya, 5S ini dikemukakan oleh Hiroyuki Hirano atau istilah lainnya adalah “Just In Time Manufacturing”.

Jika diartikan kedalam bahasa Indonesia, 5S ini dikenal dengan 5R, yaitu Ringkas, Rapih, Resik, Rawat, Rajin.

Dengan menerapkan teknik 5S pada perusahaan, maka dapat menciptakan lingkungan kerja yang bersih, nyaman dan terawat.

Sehingga dapat meningkatkan motivasi karyawan untuk meningkatkan produktivitasnya.

2. Kaizen

Kaizen merupakan teknik bisnis yang bertujuan khusus pada perbaikan kinerja disebuah perusahaan secara terus menerus.

Adanya kaizen, maka setiap level karyawan (baik rendah maupun tinggi) disana terlibat langsung untuk memberikan kontribusi dan meningkatkan mutu perusahaan.

Umumnya, perusahaan yang menerapkan kaizen akan selalu terbuka atas semua masukkan yang diberikan karyawannya.

Dengan demikian, hal tersebut membuat terciptanya lingkungan kerja yang bersahabat, saling menghormati dan terciptanya keterbukaan antar karyawan.

3. Kanban

Menurut bahasa Jepang, kalimat Kanban dapat diterjemahkan sebagai “sinyal visual atau kartu”.

Pada perusahaan Toyota, teknik Kanban umumnya menggunakan kartu berwarna untuk saling berkomunikasi dilingkungan kerjanya.

Warna-warna kartu tersebut memiliki arti mengenai pekerjaan, seperti: apa yang selanjutnya dilakukan, bagaimana dan kapan.

Selain itu, pada perusahaan tersebut menyebutkan bahwa teknik ini merupakan visual management yang dapat memperbaiki sistem komunikasi menjadi lebih baik.

Pemahaman yang  Salah Tentang Konsep Lean

Meskipun strategi ini sudah banyak dipakai pada beberapa perusahaan, namun masih banyak mitos yang salah mengenai Lean Manufacturing.

Supaya perusahaan tidak ragu untuk menerapkan Lean Manufacturing, maka pembahasan ini akan menjelaskan apa saja mitos yang bertebaran tersebut.

Berikut ini beberapa pemahaman yang salah tentang konsep Lean:

  • Lean bukanlah tentang proses pengurangan jumlah pekerja disebuah perusahaan. Namun, Lean merupakan pemahaman mengenai memilih sumber daya yang tepat, di tempat yang sesuai untuk melakukan pekerjaan. Sehingga perusahaan dapat menyajikan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan mempunyai kualitas terbaik.
  • Lean bukanlah hanya sekedar sekumpulan alat berupa konsep yang biasa disebut Lean Tools. Namun, Lean merupakan pemahaman yang menghargai setiap orang di dalam organisasi perusahaan, seperti karyawan, pemasok dan pelanggannya.

Lean di Industri Selain Manufaktur

Pengertian Lean Manufacturing Adalah

Meskipun mempunyai arti manufacturing, tetapi konsep Lean juga dapat diterapkan didalam bidang jasa atau pelayanan.

Konsep lean yang digunakan pada bidang jasa tetap menggunakan prinsip sama, yaitu perbaikan secara terus menerus.

Selain itu, konsep lean pada bidang jasa juga dapat menghilangkan aktifitas yang merugikan perusahaan atau pemborosan.

Perbedaanya terletak pada penanganan masalahnya, jika pada manufaktur akan meningkatkan kualitas produknya maka dibidang jasa memberikan pelayanan yang lebih baik.

Contohnya seperti, pelayanan software development, pada jenis bidang tersebut maka programmer bertanggung jawab penuh atas perangkat lunak yang dibuatnya.

Tak terkecuali juga dalam pembaharuannya, maka pelanggan yang telah membeli program tersebut akan selalu mendapatkan pelayanan dari pihak pembuatnya.

Akhir Kata

Kesimpulannya, Lean Manufacturing adalah sebuah strategi atau cara berpikir manajemen perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dari sisi manufaktur maupun produksi.

Sehingga, perusahaan manufaktur tersebut dapat memaksimalkan nilainya terhadap pelanggan dan meningkatkan keuntungannya.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian Lean Manufacturing. Selain itu, kita juga sudah memahami prinsip dasar, teknik dan lainnya supaya kamu mendapatkan pengetahuan yang lengkap.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

Afriansyah Seorang penggemar elektronika dan hal-hal berbau teknologi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *