Afriansyah Seorang penggemar elektronika dan hal-hal berbau teknologi

Pengertian Thermostat

Pengertian Thermostat

Pengertian Thermostat – Kini teknologi terus berkembang, sehingga menciptakan banyak perangkat elektronik canggih.

Salah satunya adalah Air Conditioner (AC), perangkat tersebut dapat mendeteksi dan menyesuaikan suhu secara otomatis.

Hal tersebut bisa terjadi karena didalamnya menggunakan komponen elektronik yang bernama thermostat.

Selain itu, thermostat juga dapat diprogram pengaturan suhunya menjadi sesuai dengan kebutuhan disekitar lokasinya.

Nah, thermostat itu apa sih? Sudah pernah dengar sebelumnya?

Pengertian Thermostat Adalah

pengertian thermostat adalah
pixabay.com

Thermostat adalah sebuah perangkat elektronik yang bisa memutuskan dan menyambung arus listrik pada saat mendeteksi perubahan suhu disekitarnya.

Mulanya, kata Thermostat berasal dari istilah bahasa Yunani, yaitu thermo yang berarti “panas” dan statos artinya “tetap sama.”

Kedua kata tersebut jika disatukan akan mempunyai arti “menjaga panas tetap sama.”

Ringkasnya, Thermostat berfungsi untuk menjaga suhu panasnya agar tetap sama atau stabil.

Contohnya, ketika kondisi suhu disekitarnya dingin, maka thermostat akan segera menyalakan pemanasnya. Sehingga suhu panas disekitar thermostat akan selalu stabil.

Begitupun sebaliknya, ketika kondisi suhu disekitarnya terasa panas maka thermostat akan menurunkan suhunya. Sehingga suhu disekitar thermostat akan tetap sama dan terjaga.

Biasanya thermostat banyak digunakan pada perangkat elektronik seperti kulkas, Air Conditioner (AC), Setrika dan sebagainya yang berfungsi untuk mendeteksi suhu.

Fungsi Thermostat

Seperti yang kita ketahui, bahwa thermostat dapat memutus serta menyambungkan arus listrik secara otomatis saat mendeteksi suhu didalam sebuah perangkat.

Dengan demikian, thermostat mempunyai banyak fungsi pada perangkat elektronik yang berkaitan dengan sensor dan pengendalian suhu.

Berikut fungsi dari thermostat:

1. Pada AC

thermostat air conditioner
unsplash.com

Pada Air Conditioner (AC), biasanya memakai thermostat yang berjenis elektronik supaya dapat berfungsi secara optimal.

Thermostat elektronik akan berfungsi sebagai pendeteksi suhu atau temperatur disekitar lokasinya.

Kemudian, thermostat akan dapat mengirimkan atau mengeluarkan output berupa sistem pendinginan, dengan menyesuaikan suhu di ruangan secara otomatis.

Namun, jika suhu di ruangan tersebut terlalu rendah maka thermostat akan mendeteksinya dan memutus aliran listrik ke sistem pendinginnya.

Selain itu, Kita juga dapat mengatur suhu sesuai kebutuhan dan keinginan.

2. Pada Kulkas

kulkas
pixabay.com

Thermostat atau dapat disebut temperature control berfungsi untuk mencegah terjadinya pembekuan pada kipas evaporator, sehingga aliran udaranya tetap lancar.

Biasanya, thermostat berfungsi secara otomatis sesuai suhu yang telah diatur namun kita juga dapat mengaturnya sesuai keinginan.

Pada beberapa kasus, biasanya sering terjadi suhu yang dihasilkan pendingin tidak tepat bahkan bisa berada dibawah -2° C sehingga menciptakan pembekuan.

Disaat itulah thermostat berfungsi untuk memperbaiki suhunya.

3. Pada Mobil

thermostat mobil
www.pexels.com

Thermostat berfungsi sebagai katup buka dan tutup secara otomatis yang dapat mengatur sirkulasi didalamnya.

Sehingga nantinya antara air panas pada ruang mesin dan air dingin yang ada di dalam radiator bisa menyesuaikan suhunya agar tetap stabil.

Dengan demikian tenaga mesin yang akan dihasilkan menjadi lebih besar, tanpa terjadi overheat atau panas berlebih.

Untuk cara kerjanya:

  1. Thermostat akan membuka katupnya ketika suhu pada air pendingin (water coolant) mencapai 85 – 90°C.
  2. Selanjutnya, valve pada thermostat akan menutup kembali ketika suhu mesin didalamnya sudah menjadi normal atau menurun.

Thermostat jika tidak dipasang, dapat menyebabkan mesin mobil akan menjadi kurang optimal atau performanya menurun secara drastis. Karena mesin tersebut akan cepat sampai ke batas panasnya (overheat) dan dapat membuat bahan bakarnya menjadi lebih boros.

4. Pada Magic Com

Cara Kerja Thermostat
coretan85.blogspot.com
  • Pada Magic Com, thermostat berfungsi untuk menekan leaf switch sehingga dapat merubah posisi dari cook ke warming.
  • Biasanya thermostat pada magic com berupa komponen yang terbuat dari magnet dan pegas (per). Selain itu, gaya pegas juga lebih besar dibandingkan magnet sehingga dapat menekan leaf switch-nya.
  • Ketika pegas ditekan maka magnetnya akan mudah menempel ke komponen metal didalamnya. Saat metal mendapatkan panas, maka daya magnet akan berkurang dan akan menjauh.

5. Pada Dispenser

thermostat dispenser
teknisi-elektro.blogspot.com
  • Pada dispenser, Thermostat berfungsi sebagai pemutus arus listrik secara otomatis pada heater, jika air ditabung pemanasnya memiliki suhu yang tinggi.
  • Selanjutnya thermostat akan dapat berfungsi untuk mengembalikan aliran listrik ke heater saat suhu air didalam tabung pemanas menurun.
  • Supaya dapat memutus arus listrik pada dispenser, thermistor mempunyai banyak ukurannya. Umumnya, ukuran yang digunakan ialah 85°C sehingga dapat berfungsi dengan baik.

Biasanya thermostat menempel pada tabung dispenser, sehingga panas didalamnya akan mudah terdeteksi.

6. Pada Oven

thermostat oven
www.huoltopalvelu.com
  • Thermostat juga berfungsi sebagai pengatur suhu otomatis pada oven elektronik. Dengan adanya thermostat, maka oven akan dapat mengatur panasnya secara otomatis.
  • Jika panas pada heater melebihi batasnya, maka thermostat akan berfungsi untuk memutuskan aliran listrik didalamnya.
  • Selanjutnya thermostat akan dapat menyambungkan aliran listriknya ketika suhu didalamnya sudah normal kembali.
  • Dengan demikian, thermostat dapat mengendalikan suhu panas yang ada pada oven elektronik tersebut sehingga dapat mencegah overheat.

Jika overheat, maka makanan yang ada didalamnya berkemungkinan akan menjadi hangus.

Jenis Thermostat

Pada dasarnya thermostat yang saat ini banyak digunakan dapat dibedakan menjadi dua jenis utama, diantaranya :

  • Thermostat Mekanikal
  • Thermostat Elektronik

Perbedaannya:

 Thermostat Mekanikal Thermostat Elektronik
Thermostat mekanikal merupakan jenis perangkat sebagai sensor suhu bertipe kontak (Contact Temperature Sensor) yang menggunakan prinsip Electro Mechanical.

Biasanya thermostat mekanikal terdiri dari dua logam yang berbeda dan kemudian ditempel secara bersamaan.

Thermostat jenis ini biasanya menggunakan komponen-komponen elektronik agar dapat mendeteksi perubahan suhu disekitarnya. Komponen utama dari thermostat elektronik ialah resistor dan thermistor.

Dengan demikian suhu disekitarnya pun akan dapat terjaga dan stabil.

Cara Kerja Thermostat

nest thermostat
unsplash.com

Pada umumnya, cara kerja thermostat mempunyai perbedaan sesuai jenisnya. Dengan demikian maka thermostat terbagi menjadi dua jenis menurut cara kerjanya, yaitu:

  • Thermostat Strip Bimetal
  • Thermostat Elektronik

Berikut cara kerja thermostat:

1. Thermostat Strip Bimetal

Thermostat Strip Bimetal terdiri dari dua jenis logam yang berbeda dan ditempel secara bersamaan sehingga dapat disebut dengan Bi-Metallic Strip.

Kedua logam tersebut berfungsi sebagai jembatan untuk memutuskan atau menghantarkan arus listrik ke sistem pemanas dan pendinginya.

Ketika posisinya normal, maka strip yang berfungsi sebagai jembatan penghantarnya akan selalu dalam kondisi terhubung dan mengaliri arus listrik.

Sehingga rangkaian yang terhubung didalamnya akan berada diposisi ON atau terhubung dan strip didalamnya akan mendapatkan efek panas.

Selanjutnya salah satu logam pada thermostat akan mengembang dan semakin melekuk seiring dengan panasnya strip tersebut.

Pada akhirnya panas tersebut dapat memisahkan hubungan strip dengan rangkaianya sehingga sistem pemanas atau pendingin tidak mendapat aliran listrik.

Karena tidak mendapat aliran listrik, maka thermostat akan merubah kondisinya menjadi OFF atau terjadinya pemutusan arus.

Selama tidak dialiri arus listrik, thermostat secara bertahap akan kembali menjadi dingin kembali.

Logam yang mulanya melekuk kini dapat kembali ke bentuk semulanya, sehingga arus listrik dapat dialiri kembali.

Dengan demikian, thermostat akan berada dalam kondisi ON dan dapat menghubungkan kembali pada sistem pendingin serta pemanas didalamnya.

Baca Juga: Apa itu IC?

2. Thermostat Elektronik

Pada jenis ini, thermostat menggunakan komponen-komponen elektronika untuk mendeteksi perubahan suhu dan sistem penyambung serta pemutus aliran listriknya.

Pada dasarnya, Thermostat elektronik terdiri dari komponen utama didalamnya, yaitu thermistor dan resistor.

Thermistor dan resistor merupakan komponen yang nilai hambatannya (resistansi) dapat dipengaruhi oleh suhu atau temperature disekitarnya.

Pada saat thermistor mendeteksi suhu tinggi, maka nilai resistansinya akan berubah.

Sehingga rangkaian elektroniknya akan memutuskan hubungan listrik pada sistem pemanas atau pendingin yang terhubung pada thermostat.

Jika kondisinya sudah dingin, maka nilai resistansi pada thermistor akan berubah menjadi normal kembali. Sehingga thermostat akan dapat berfungsi kembali dan berada dalam kondisi ON.

Dengan demikian thermostat dapat menyambungkan aliran arus listrik ke sistem pemanas maupun pendinginnya kembali.

Thermostat elektronik juga mempunyai kelebihan diantaranya lebih hemat energi atau mencegah pemborosan penggunaan listrik.

Selain itu, suhu pada thermostat elektronik juga dapat diprogram dengan menyesuaikan kebutuhan disekitar lokasinya.

Harga Thermostat

Harga Thermostat berapa sih?

Sebenarnya berbeda-beda ya, tergantung jenisnya. Karena thermostat sendiri seperti yang sudah kita pahami, memiliki tata cara penggunaan yang berbeda-beda.

Namun, secara garis besar kalau dari segi harga kurang lebih 50 ribu sampai 750 ribu rupiah. Bisa naik bisa kurang juga.

Akhir Kata

Kesimpulannya, thermostat adalah sebuah perangkat yang mampu memutus serta menyambungkan kembali arus listrik saat mendeteksi suhu disekitarnya.

Thermostat mekanikal mempunyai ciri pada komponennya yang menggunakan dua buah logam yang bernama Bi-Metallic Strip.

Sedangkan thermostat elektronik menggunakan komponen elektronik seperti thermistor dan resistor agar dapat bekerja dengan baik.

Dengan fungsinya, thermostat mampu digunakan atau diaplikasikan pada barang elektronik seperti Air Conditioner (AC), kulkas, mobil, magic com dan sebagainya.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian thermostat. Selain itu kita juga telah membahas fungsi, jenis dan cara kerja thermostat.

Semoga bermanfaat.

Pengertian Thermostat sekarang sudah paham? Lanjut baca juga: Pengertian Motor Servo

Afriansyah Seorang penggemar elektronika dan hal-hal berbau teknologi

Pengertian Optocoupler

Afriansyah
3 min read

Pengertian MOSFET

Afriansyah
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *