Afriansyah Seorang penggemar elektronika dan hal-hal berbau teknologi

Pengertian Relay

Pengertian dan Jenis Relay

Pengertian Relay – Pada umumnya, relay berfungsi untuk menjalankan seperangkat kontak sakelar dengan menggunakan prinsip electromagnet, yang mana relay menjadi komponen yang penting pada sakelar, agar dapat mengendalikan arus listrik yang besar.

Contohnya, dengan adanya relay dapat mencegah adanya korsleting atau kelebihan arus listrik.

Lebih jauh lagi, yuk ketahui pengertian relay.

Pengertian Relay Adalah..

Pengertian Relay

Apa itu relay?

Sederhananya, relay adalah sebuah komponen elektronik yang difungsikan sebagai sakelar elektrik. Dengan adanya arus listrik, relay dapat beroperasi. Adanya relay juga akan membuat komponen dapat mengendalikan arus listrik yang besar. Selain itu relay merupakan salah satu bagian komponen elektronika yang dapat mengimplementasikan Logical Switching.

Relay sendiri terdiri dari dua bagian utama, yaitu:

  • Komponen berupa coil
  • Komponen mekanikal berupa switch / sakelar.

Biasanya relay memiliki bentuk bermacam-macam rupa dan ukuran agar dapat disesuaikan pada rangkaian yang ingin menggunakan komponen tersebut.

Baca Juga: Pengertian Transitor

Fungsi Relay Dalam Penggunaannya

Sebelumnya saya sudah menjelaskan bahwa relay adalah sebuah komponen yang penting untuk sakelar atau rangkaian elektrik lainnya. Selain itu, ada beberapa fungsi relay yang harus diketahui:

  • Dapat mengendalikan sirkuit dengan arus listrik yang besar dengan menggunakan bantuan sinyal tegangan rendah.
  • Bisa memberikan penundaan waktu (Time Delay Function).
  • Dapat menjalankan fungsi logika (Logic Function) seperti manusia.
  • Bisa melindungi sakelar atau rangkaian elektronik lainnya dari terjadinya korsleting atau kelebihan arus listrik.
  • Dapat memperpanjang umur pemakaian sakelar.

Macam macam Jenis Relay yang Sering Ditemui

Pengertian Relay
ram-e-shop.com

Sebagai komponen penting untuk terdapat pada sakelar atau rangkaian elektrik lainnya, relay mempunyai beberapa jenis yang mungkin kita belum mengetahuinya. Berikut ini adalah beberapa jenis dari relay:

1. Relay Elektromagnetik

Relay jenis ini, dirancang menggunakan komponen listrik mekanik dan magnetic. Selain itu terdapat juga coil untuk operasi dan kontak mekanis. Itulah sebabnya ketika coil diaktifkan oleh sistem supply, maka kontak mekanis ini akan terbuka.

2. Relay Induksi

Relay jenis ini digunakan sebagai komponen pelindung dalam arus listrik AC dan DC. Gerakan yang terjadi pada kontak mekanis ini diperoleh dari konduktor berupa cawan bergeser melalui interaksi fluks elektromagnetik.

3. Relay Penahan Magnetic

Relay jenis ini menggunakan magnet permanen dengan remitansi yang tinggi. Hal tersebut dimaksudkan untuk membuat arus listrik menjadi tetap stabil. Dengan demikian, relay jenis ini dapat melindungi rangkaiannya dari korsleting listrik atau kelebihan arus listrik.

4. Relay Daya Tarik

Relay jenis ini dapat digunakan pada aliran arus listrik bertipe AC (bolak-balik) dan DC (searah). Besi pada relay tersebut akan tertarik ketika coil dialiri dengan arus listrik.

Hal tersebut akan dapat membuatnya menjadi sebuah pendorong ke arah armature dan terjadinya perubahan posisi dari off menjadi on. Selain itu, jenis relay ini tidak memiliki waktu delay sehingga cocok digunakan untuk operasi instan.

5. Solid State Relay (SSR)

Relay pada jenis ini menggunakan komponen solid state agar dapat melakukan operasi switching tanpa memindahkan bagian apapun. Hal ini terjadi karena energi kontrol yang diperlukan jauh lebih rendah dibandingkan relay elektromagnetik.

6. Relay Hibrida

Jenis ini tediri dari relay elektromagnetik dan beberapa komponen elektronik lainnya. Umumnya, bagian input relay ini berisi rangkaian elektronik yang dapat melakukan perbaikan serta fungsi kontrol.

7. Relay Thermal

Relay ini memiliki ciri khas ketika efek panas terkena kontak mekanis, maka posisi kontaknya akan berubah posisinya.

Relay jenis ini digunakan untuk melindungi bagian-bagian komponen, karena terdiri dari elemen bimental seperti sensor suhu dan lain-lain.

Contoh perlindungannya seperti tegangan, daya dan arus listrik. Jika parameter ini melanggar batasnya, maka akan menghasilkan alarm dan secara otomatis akan mengisolasi rangkaian tertentu.

8. Reed Relay

Relay pada jenis ini terdiri dari sepasang strip magnetic yang disegel pada tabung gelas. Medan magnet yang telah diterapkan pada coil yang melilit ini, membuat strip magnetic bergerak, sehingga terjadinya perubahan posisi pada kontak mekanis.

Baca Juga: Pengertian Trafo

Jenis Modul Pada Relay

Relay hanya mempunyai beberapa modul sederhana didalamnya. Meskipun terbilang sederhana, namun fungsinya dari komponen ini sangat bermanfaat sekali. Berikut ini adalah beberapa modul relay:

1. Electromagnet (Coil)

Digunakan sebagai penghantar arus listrik ke iron core (besi) dan membuat armature merubah posisi awalnya.

2. Armature

Digunakan sebagai komponen yang berfungsi untuk merubah kondisi dari relay. Hal tersebut terjadi karena berubahnya posisi pada sisi depan armature ke switch contact point.

3. Spring

Digunakan sebagai komponen yang bertindak untuk mengatur kondisi dari armature. Ringkasnya, jika adanya aliran listrik pada coil maka spring akan mendorong sisi belakang armature ke atas sehingga merubah posisinya.

4. Switch Contact Point (Saklar)

Digunakan sebagai komponen pemberi kondisi. Pada saklarnya sendiri terdapat dua opsi (Close dan Open) dan pilihannya berdasarkan dari komponen armature yang dialiri listrik atau tidak.

5. Iron Core (Besi)

Digunakan sebagai komponen pengendali dari electromagnetic (coil).

Rangkaian Relay, Gimana Cara Kerjanya?

www.teknikelektronika.com
Rangkaian relay terdiri dari beberapa modul yang telah kita bahas sebelumnya. Rangkaian ini berfungsi agar relay dapat bekerja pada sebuah sakelar atau perangkat elektronik lainnya. Berikut dibawah ini adalah gambar dari rangkaian relay.

Pada rangkaian tersebut terdapat kontak poin dari relay yang terdiri dari dua jenis, yaitu:

Normally Close (NC)Normally Close adalah suatu kondisi awal sebelum sakelar diaktifkan maka akan selalu berada di posisi Close atau tertutup.
Normally Open (NO)Normally Open adalah suatu kondisi awal sebelum sakelar diaktifkan maka akan selalu berada di posisi Open atau terbuka.

Prinsip Kerja Relay

(Cek Juga Videonya).

Agar relay dapat bekerja dan beroperasi pada sebuah sakelar, adapun proses aktivitas dari komponen-komponen didalamnya, berikut ini adalah penjelasan tentang prinsip kerja dari relay yang perlu diketahui.

  • Berdasarkan rangkaian tersebut, ada sebuah iron core (besi) dililitkan pada electromagnet (coil) yang dapat berfungsi untuk mengendalikannya.
  • Sebelumnya, switch contact point berada diposisi Normally Close atau terputus dari arus listrik.
  • Apabila coil tersebut diberikan arus listrik, maka akan timbul gaya elektromagnetik yang dapat menarik armature untuk merubah switch contact point.
  • Berarti, kini switch contact point berada diposisi Normally Open sehingga sekarang dapat menghantarkan arus listrik.
  • Apabila coil tersebut sudah tidak dialiri arus listrik, maka Armature akan kembali lagi ke posisi Normally Close.
  • Umumnya, coil yang digunakan oleh relay untuk mengubah switch contact point ke posisi NC hanya membutuhkan arus listrik yang kecil.

Mengenal istilah Pole dan Throw pada Relay

Istilah Pole dan Throw berlaku juga kepada relay, karena ia merupakan salah satu komponen dari sakelar.

  • Pole: Banyaknya kontak yang telah dimiliki oleh sebuah relay
  • Throw: Banyaknya kondisi yang dimiliki oleh sebuah kontak

Jenis Relay berdasarkan jumlah Pole dan Throw

Pole dan Throw Relay
automotivexist.blogspot.com

Sebelumnya, kita telah mengetahui istilah dari Pole dan Throw. Namun, pada relay mempunyai beberapa jenis berdasarkan jumlah Pole dan Throw. Apa saja? berikut ini jenis-jenis relay berdasarkan jumlah Pole dan Throw:

1. Single Pole Single Throw (SPST)

Pada jenis Single Pole Single Throw ini, relay memiliki empat kaki terminal. Dua diantaranya sebagai kontak point dan sisanya untuk electromagnet atau coil. Dua terminal digunakan sebagai kontak point, satu sebagai pole dan sisanya untuk throw.

2. Single Pole Double Throw (SPDT)

Pada jenis Single Pole Double Throw ini, relay memiliki lima kaki terminal. tiga diantaranya sebagai kontak point dan sisanya untuk electromagnet atau coil. tiga terminal digunakan sebagai kontak point, satu sebagai pole dan dua untuk throw.

3. Double Pole Single Throw (DPST)

Pada jenis Double Pole Single Throw ini, relay memiliki delapan kaki terminal. Enam diantaranya sebagai kontak point dan sisanya untuk electromagnet atau coil. empat terminal digunakan sebagai kontak point, dua untuk saklar single pole double throw.

4. Double Pole Double Throw

Pada jenis Double Pole Double Throw ini, relay memiliki delapan kaki terminal. enam diantaranya sebagai kontak point dan sisanya untuk electromagnet atau coil. enam terminal digunakan sebagai kontak point, dua untuk saklar single pole double throw.

Baca Juga: Pengertian Kapasitor

Berapa sih Harga Relay?

Harga relay itu murah lho.

Walau begitu tergantung juga dengan jenis secara penggunaannya. Misalnya:

  • Relay omron
  • Relay klakson
  • Relay arduino
  • Dan lain-lain

Kurang lebih sekitar 50 ribu sampai 500 ribu. Walau mungkin juga bisa lebih.

Akhir Kata

Kesimpulan pada pembahasan ini adalah dengan relay, maka arus listrik pada sakelar atau rangkaian elektronik lainnya akan terkendali. Selain itu, maka dapat juga memperpanjang waktu usia dari sakelar tersebut.

Relay mempunyai kemampuan fungsi logika dan dapat memberika penundaan waktu. Oleh karena itu, relay menjadi salah satu komponen yang sangat penting digunakan pada sakelar atau rangkaian listrik lainnya.

Demikianlah pembahasan tentang pengertian relay beserta fungsi-fungsinya. Dengan demikian, kita menjadi lebih paham tentang relay dan cara kerjanya.

Semoga bermanfaat

Afriansyah Seorang penggemar elektronika dan hal-hal berbau teknologi

Pengertian MOSFET

Afriansyah
4 min read

Pengertian IC

Afriansyah
6 min read

Pengertian Thermostat

Afriansyah
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *