Afriansyah Seorang penggemar elektronika dan hal-hal berbau teknologi

Pengertian Kapasitor

Pengertian Kapasitor – Pada umumnya disebuah rangkaian elektronik terdapat komponen yang berfungsi untuk menyimpan muatan arus listrik.

Komponen tersebut dinamakan kapasitor atau bisa juga disebut kondensator.

Dengan menggunakan kapasitor, maka rangkaian elektronik seperti handphone, laptop, powerbank dan sebagainya dapat menampung muatan listrik didalamnya.

Sehingga kita dapat menggunakan perangkat elektronik tersebut setiap saat.

Pengertian Kapasitor

Kapasitor Motherboard
www.pexels.com

Kapasitor atau dapat disebut kondensantor merupakan sebuah komponen elektronik yang berfungsi untuk menyimpan muatan arus listrik selama batas waktu tertentu.

Prosesnya, kapasitor mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan arus listrik.

Kapasitor ini termasuk kedalam salah satu jenis komponen elektronik pasif.

Pada umumnya, kapasitor terbuat dari dua buah bahan dari lempengan logam yang dipisahkan dengan komponen dielektrik.

Muatan positif akan terkumpul pada salah satu ujung logam, jika kedua lempengan logam diberikan arus listrik.

Karena adanya bahan dielektroknik, maka muatan positif tidak bisa ke negatif dan sebaliknya. Oleh sebab itu terjadilah penyimpanan muatan di dalamnya.

Baca Juga: Pengertian Inverter

Fungsi Kapasitor

Fungsi dari Kapasitor
pixabay.com

Sebelumnya, kita telah mengetahui arti dari sebuah kapasitor.

Ternyata kapasitor sangat mendukung untuk membuat peralatan elektronik berfungsi dengan baik, seperti menyimpan arus listrik didalamnya.

Nah, apa saja fungsi-fungsi kapasitor lainnya? berikut penjelasannya:

1. Sebagai Penyimpan Muatan Listrik

Merupakan fungsi utama dari sebuah kapasitor, dimana ia dapat menyimpat muatan listrik didalam rangkaian elektronik.

Sehingga, arus listrik yang telah disimpannya dapat dijadikan sumber energi pada peralatan tersebut.

Untuk contohnya kita bisa melihatnya pada peralatan elektronik seperti Handphone, laptop, mobil dan sebagainya.

2. Sebagai Penyaring atau Filter

Kapasitor juga dapat berfungsi sebagai penyaring atau filter.

Biasanya, filter pada kapasitor digunakan untuk menyortir bagian sinyal yang tidak diinginkan dan menghapusnya.

Dengan demikian, maka akan mengurangi gangguan dari frekuensi radio yang terpancar.

Selain itu, kapasitor sebagai filter hanya mampu menyaring frekuensi rendah dan sinyal yang sangat dekat.

3. Sebagai Penguhubung Kopling

Kapasitor bisa difungsikan sebagai penghubung kopling. Biasanya fungsi ini digunakan untuk memasangkan dua rangkaian seri yang memiliki sinyal AC.

Selanjutnya, kapasitor memblokir sinyal DC untuk masuk ke rangkaian kedua.

4. Sebagai Sekering

Kapasitor juga mampu mendeteksi apabila terjadi kelebihan muatan listrik atau adanya arus pendek pada sebuah rangkaian.

Selanjutnya, kapasitor akan memutus aliran tersebut dari sumber arusnya, sehingga dapat mengamankan rangkaianl

5. Sebagai Power Supply

Kapasitor mampu digunakan sebagai power supply atau catu daya. Biasanya kapasitor yang memiliki fungsi ini dinamakan kapasitif dropper.

Kapasitor akan mampu mengurangi tegangan listrik didalam rangkaian tersebut.

Untuk contohnya, kita bisa melihat pada mobil. Pada mobil, biasanya kapasitor akan berperan sebagai pemberi sumber arus awal untuk meyalurkan aliran listrik dengan lebih cepat ke akinya.

Sudah tahu  Apa itu Arduino Belum?

6. Sebagai Penyeimbang Penghantar Listrik

Biasanya, ada saat dimana beberapa komponen didalam rangkaian elektronik tidak menerima cukup daya listrik sehingga fungsinya menjadi kurang optimal.

Adanya kapasitor, maka masalah tersebut dapat teratasi dengan menyeimbangkan alirannya.

7. Sebagai Penstabil Fluktuasi Sinyal

Kapasitor juga mampu berfungsi untuk menghaluskan atau menstabilkan fluktuasi sinyal.

Biasanya kapasitor itu disebut Smoothing Capacitor, komponen ini akan menyearahkan rangkaian arus listrik AC menjadi DC.

Terkadang efek terjadinya fluktuasi karena adanya tegangan pada power supply yang memasok aliran listrik tidak teratur.

Dengan demikian, kita membutuhkan sinyal DC yang stabil dan dapat diselesaikan jika menggunakan kapasitor.

Baca Juga: Pengertian Relay

Rumus Kapasitor

Pada umumnya, kapasitor mempunyai beberapa rumus yang digunakan untuk menghitung besarnya muatan listrik.

Karena pada dasarnya kapasitor terdiri dari 3 rangkaian, seperti pararel, seri dan seri pararel yang menggunakan satuan farad (F).

Untuk lebih mendalaminya, berikut ini adalah rumus-rumus dari kapasitor :

Dasar dan Penjelasan Rumus Kapasitor

 Rumus Dasar Kapasitor ( Q = C V ) Penjelasannya
 Q Muatan dengan satuan Coulumb
 C Kapasitas dengan satuan Farad
 VTegangan dengan satuan Volt

Rumus Kapasitor Rangkaian Pararel

Rumus : ( C Total = C1 + C2 + C3 + … + Cn )

Pada rumus kapasitor rangkaian pararel tidak terjadi sama sekali pembagian untuk muatan listrik atau tegangan didalamnya.

Semua tegangan akan memiliki jumlah yang sama pada setiap titik yang ada pada rangkaian tersebut.

Rumus Kapasitor Rangkaian Seri

Rumus Kapasitor rangkaian seri
www.sinaupedia.com

Pada rumus kapasitor rangkaian seri terjadi pembagian muatan listrik dari sumber tegangan pada setiap titik.

Jika dijumlahkan tegangannya pada setiap titik, maka akan terlihat sama seperti total muatan arus listrik dari sumbernya.

Rumus Kapasitor Rangkaian Seri Pararel

Rumus kapasitor rangkaian seri pararel
www.sinaupedia.com

Pada rumus kapasitor rangkaian seri pararel terjadinya pengkombinasian dari kedua rumus tersebut.

Sehingga kita dapat mengetahui jumlah secara keseluruhan dari gabungan antara kedua jenis rangkaian kapasitor ini.

Simbol Kapasitor

Agar dapat lebih mendalami tentang kegunaan dari kapasitor, maka kita harus mengetahui perbedaan simbol pada setiap jenisnya.

Berikut ini adalah gambar dari perbedaan serta simbol Kapasitor :

Simbol Kapasitor
http://www.hoo-tronik.com/

Pada gambar diatas, tedapat empat simbol dari kapasitor yaitu Normal, Tetap, Electrolyte dan Variabel.

Biasanya simbol tersebut akan terdapat pada sebuah skema rangkaian elektronik, dan agar kita bisa menyesuaikan kapasitor jenis apa yang dipilih.

Jenis Kapasitor

Pada umumnya, kapasitor mempunyai dua jenis berdasarkan bahan isolator dan nilainya seperti nilai tetap dan variable.

Untuk lebih mendalaminya, berikut ini adalah pembahasan mengenai jenis-jenis kapasitor :

Kapasitor Bernilai Tetap (Fixed Capacitor)

Fixed capacitor atau kapasitor nilai tetap adalah yang memiliki nilai konstan atau tidak dapat berubah-ubah.

Pada kapasitor jenis ini memiliki beberapa bentuk dan fungsi yang berbeda-beda.

Berikut ini adalah jenis-jenis kapasitor nilai tetap :

1. Kapasitor Keramik (Ceramic Capasitor)

Kapasitor Keramik
https://panduanteknisi.com/

Jenis ini adalah kapasitor yang isolatornya berbentuk bulat tipis atau persegi empat dan terbuat dari bahan keramik.

Kapasitor jenis ini tidak memiliki arah atau polaritas, jadi dapat dipasangkan secara bolak-balik pada rangkaiannya.

Kapasitor ini juga bisa berbentuk chip (Chip Capacitor) yang dikemas dengan sangat kecil untuk dapat menyesuaikan ukurannya pada peralatan elektronik.

Kita bisa melihat contohnya pada mesin produksi SMT (Surface Mount Technology).

2. Kapasitor Polyester (Polyester Capacitor)

Kapasitor Polyester
http://mabateknikelektro.blogspot.com/

Jenis ini adalah kapasitor yang isolatornya berbentuk persegi empat dan terbuat dari bahan polyester.

Sama halnya dengan kapasitor keramik, jenis ini tidak memiliki arah atau polaritas sehingga dapat dipasangkan secara bolak-balik pada rangkaiannya.

3. Kapasitor Kertas (Paper Capacitor)

Kapasitor Kertas
https://panduanteknisi.com/

Jenis ini adalah kapasitor yang isolatornya terbuat dari bahan kertas.

Kapasitor ini juga tidak memiliki arah atau polaritas sehingga memudahkan dalam memasangnya pada rangkaian elektronika.

Jenis ini mempunyai nilai diantara 300pf sampai 4µF.

4. Kapasitor Mika (Mica Capacitor)

Kapasitor Mika
https://panduanteknisi.com/

Jenis ini adalah kapasitor yang isolatornya terbuat dari bahan mika. Jenis ini mempunyai nilai diantara 50pf sampai 0.02µF.

Kapasitor Mika dapat dipasangkan secara bolak-balik pada rangkaian elektronik, karena tidak memiliki polaritas arah.

5. Kapasitor Elektrolit (Electrolyte Capacitor)

Kapasitor Elektrolit ELCO
https://erudisi.com/

Jenis ini adalah kapasitor yang isolatornya terbuat dari bahan tabung atau silinder. Kapasitor ini juga sering disebut dengan nama ELCO dan dapat digunakan pada rangkaian elektronik yang memerlukan kapasitansi tinggi.

ELCO memiliki polaritas arah yang terdiri dari positif (+) dan negatif (-). Polartias ini dibungkus dengan menggunakan aluminium serta menjadi terminal pada arah negatifnya.

Biasanya ELCO memiliki nilai berkisar 0,47µF hingga ribuan microfarad (µF). Untuk mengetahui nilai kapasitasnya, kita dapat melihat nilai tegangan dan terminal negatifnya pada badan ELCO tersebut.

6. Kapasitor Tantalum

Kapasitor tantalum
www.servis-televisi.com

Kapasitor tantalum memiliki polaritas arah yang terdiri dari positif (+) dan negatif (-). Kapasitor jenis ini terbuat dari bahan logam tantalum sebagai terminal anodanya (+).

Selain itu, kapasitor jenis dikemas dalam ukuran kecil namun kapasitansinya besar.

Kapasitor tantalum dapat berfungsi walaupun dalam keadaan suhu yang sangat tinggi, menjadikan jenis ini yang paling baik dibandingkan lainnya.

Tentunya karena memiliki banyak kelebihan, kapasitor jenis ini memiliki harga yang mahal.

Kapasitor Variabel (Variable Capacitor)

Variable capacitor atau kapasitor variabel adalah yang memiliki nilai tidak tetap atau dapat berubah-ubah.

Pada kapasitor jenis ini memiliki beberapa bentuk dan fungsi yang berbeda-beda.

Berikut ini adalah jenis-jenis kapasitor nilai tetap :

1.Trimmer

Pada umumnya, trimmer terdiri dari dua plat logam yang dipisah dengan sebuah mika didalamnya.

Selain itu, terdapat juga  screw yang berfungsi untuk mengatur jarak antara kedua plat tersebut, sehingga nilai kapasitasnya bisa berubah-ubah (menyesuakan).

Trimmer punya bentuk yang agak kecil, yang mana untuk mengatur poros pengaturnya, kita harus memakai obeng.

Trimmer juga bisa berfungsi untuk membuat penyesuaian pemilihan gelombang frekuensi. Nilai kapasitansi yang diberikan trimmer dapat mencapai 100µF.

2. VARCO (Variable Condensator)

Jenis kapasitor yang terbuat dari logam, dan ukurannya lebih besar dari yang lain.

Umumnya, VARCO dipakai untuk menyesuaikan sinyal frekuensi pada rangkaian elektronik. Misalnya seperti antena, atau radio.

Cara VARCO menyesuaikan frekuensi, adalah dengan menggabungkan dengan antena dan osilator. Kapasitansi yang dimiliki VARCO kurang lebih antara 100pF sampai dengan 500pF.

Manfaat Kapasitor

Manfaat Kapasitor

Tidak dapat dipungkiri, kapasitor menjadi komponen yang sangat bermanfaat pada rangkaian elektronik.

Karena kapasitor mempunyai peran sebagai komponen yang cukup penting pada peralatan elektronik yang harus menyimpan arus listrik didalamnya.

Namun, apa saja manfaat dari kapasitor ? berikut ini penjelasannya :

  • Kapasitor dapat berperan untuk menggeser fasa didalam rangkaian elektronik.
  • Pada lampu neon, kapasitor bermanfaat untuk dapat menghemat listrik.
  • Kapasitor berperan untuk menentukan frekuensi pada rangkaian osilator
  • Pada antena, kapasitor bermanfaat untuk dapat membangkitkan sinyal frekuensi

Nilai Kapasitor

Sebelumnya kita harus mengetahui dahulu, satuan dari sebuah kapasitor adalah farad. Namun, satuan tersebut mempunyai beberapa turunan seperti yang tertera pada sebuah kapasitor.

Contohnya seperti Micro Farad (µ), Nano Fard (nF) dan Piko Farad (pF).

Berikut ini adalah ukuran dari beberapa turunan satuan Farad yang sering digunakan :

 1 Farad1.000.000 µF (Mikro Farad)
 1 µF1.000nF (Nano Farad)
 1 µF1.000.000pF (Piko Farad)
 1nF1.000pF (Piko Farad)

Pada umumnya, nilai kapasitor dapat dibaca berdasarkan dua jenis yaitu dari kode warna dan kode angka.

Lalu bagaimana cara membaca kode untuk mengetahui nilai kapasitor tersebut? berikut penjelasannya:

1. Membaca Nilai ELCO (Capacitor Electrolyte)

Kapasitor ELCO
www.teknikelektronika.com

Pada kapasitor ini, biasanya nilai kapasitansinya sudah tertera di badannya dengan jelas. Contohnya ada nilai kapasitansi 100 µF 16V, 1000 µF 6.3V, 470 µF 10V dan 3300 µF 16V.

Untuk cara membacanya, misalkan 1000 µF (Baca : 1000 Micro Farad).

Pada badan dari kapasitor elektrolit, biasanya terdapat juga sebuah tanda negative dan besaran daya tahan panasnya.

Contohnya ada besaran daya tahan panasnya 85° dan 105°.

2. Membaca Nilai Kapasitor Lainnya

Kode Toleransi Kapasitor
www.sinauarduino.com

Point ini berlaku untuk kapasitor kertas, keramik, mika, polyester dan Non-polaritas lainnya.

Biasanya, nilai kapasitor pada jenis ini tertera kode kombinasi berupa angka dan huruf.

Contohnya seperti 473k, 202m, 104j dan sebagainya. Jadi bagi kita yang menggunakan kapasitor ini, sebaiknya untuk menghitung dahulu nilai kapasitansi sebenarnya.

Huruf pada nilai kapasitor merupakan toleransi. Berikut ini adalah daftar nilai toleransinya

Misalkan pada sebuah kapasitornya tertera 473Z. untuk cara menghitungnya seperti ini:

Kode : 473Z

  1. Nilai Kapasitor = 47 x  atau 47 x 1000
  2. Total Nilai Kapasitor = 47.000pF
  3. Toleransinya +80% dan -20%
  4. Nilai Kapasitor 37.600pF sampai 84.600pF.

Akhir Kata

Kesimpulannya, kapasitor merupakan komponen penting pada perangkat elektronik yang memerlukan fungsi menyimpan daya arus listrik didalamnya.

Sehingga, perangkat elektronik tersebut dapat berguna tanpa harus dialirkan langsung dengan arus listrik setiap saat.

Selain itu, kapasitor juga mempunyai banyak fungsi dan manfaat didalamnya.

Seperti lebih hemat mengkonsumsi daya listriknya jika dipasangkan pada lampu neon, dapat digunakan sebagai penahan arus DC dan sebagainya.

Demikianlah informasi mengenai pengertian kapasitor.

Selain itu, kita juga telah memahami fungsi, rumus, jenis serta manfaat dari kapasitor. Semoga informasi dapat berguna untuk kita semua dan menjadi manfaat.

Afriansyah Seorang penggemar elektronika dan hal-hal berbau teknologi

Pengertian Optocoupler

Afriansyah
3 min read

Pengertian MOSFET

Afriansyah
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *