Pengertian Transformator (Trafo)

Pengertian Transformator (Trafo)

Pengertian Transformator – kini kebutuhan listrik diperkotaan sangat besar karena adanya peralatan elektronik disetiap rumah. Hampir disetiap rumah kini mempunyai daya listrik 220V untuk dapat menggunakan peralatan elektroniknya.

Namun, PLN mampu mengatasi kebutuhan listrik di setiap perkotaan dengan menghasilkan ratusan kilo volt. Nantinya listrik yang dihasilkan PLN itu diturunkan menjadi 220V yang berguna untuk kebutuhan dan dikonsumsi peralatan elektronik kita.

Untuk menurunkan tegangan listrik tersebut, dibutuhkan sebuah alat yang bernama transformator. Dengan alat ini, maka tegangan arus listrik dapat dikendalikan. Untuk kita yang masih bingung tentang transformator berikut ini pembahasannya.

Pengertian Transformator (Trafo)

Pengertian Transformator
pixabay.com

Transformator atau biasa disebut trafo merupakan alat yang dapat merubah jumlah dari tegangan arus listrik. Dengan menggunakan trafo, maka jumlah arus listrik dapat diturunkan ataupun dinaikan.

Trafo ini berfungsi berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik dan hanya dapat bekerja pada tegangan arus bertipe AC atau bolak-balik. Trafo ini merupakan sebuah komponen yang sangat penting pada pendistribusian tenaga listrik.

Seperti pada PLN, trafo ini berguna untuk menaikkan tegangan arus listrik agar bisa didistribusikan ke setiap perkotaan. Untuk mendistribusikan kesetiap rumah atau kantor, biasanya ada trafo lain yang berguna untuk menurunkan tegangan listrik tersebut.

Fungsi Transformator

Fungsi Transformator
pixabay.com

Sekarang kita sudah memahami pengertian transformator.

Nah, seperti yang telah diketahui, salah satu pengertian transformator adalah alat yang penting untuk dapat menaikkan atau menurunkan tegangan arus listrik. Dengan demikian, pendistribusian listrik menjadi terkendali serta terpenuhi sesuai dayanya masing-masing.

Namun, apakah kamu tahu kalau trafo mempunyai fungsi lainnya? berikut ini adalah pembahasannya:

1. Sebagai Distribusi dan Transmisi Listrik

Misalkan pada PLN, perusahaan tersebut menggunakan fungsi trafo untuk menaikkan tegangan listrik yang selanjutnya didistribusikan. Selain itu, trafo lainnya berfungsi untuk mentransmisikan listrik jarak jauh agar drop teganganya tidak terlalu besar.

Karena biasanya setiap rumah hanya membutuhkan sekitar 220 volt saja, sedangkan PLN dapat menghasilkan listrik sekitar 13,8 KV . Namun, sebelum menurunkan tegangannya PLN lebih dahulu meningkatkannya sampai 150 KV untuk dibagi-bagi setiap perkotaan.

2. Sebagai Rangkaian Kontrol

Trafo berfungsi juga sebagai rangkaian kontrol atau pengendali tegangan listrik. Pada pabrik, biasanya trafo berguna sebagai energize dan dienergize sebuah kontraktor yang dipakai untuk menghidupkan serta mematikan motor induksinya.

3. Sebagai Rangkaian Pengatur Frekuensi

Pada sebuah perusahaan penyiar radio, trafo juga berfungsi untuk dapat mengatur besaran frekuensi. Namun, tranformator jenis ini memiliki fisik yang lebih kecil dibanding trafo transmisi listrik.

Baca Juga: Pengertian Induktor

Bentuk dan Simbol Transformator (Trafo)

Simbol Transformator
pengertian-menurut2.blogspot.com

Agar dapat lebih mendalami tentang funsgi transformator, maka kita harus mengetahui bentuk serta simbolnya. Di atas ini adalah gambar dari bentuk dan simbol transformator.

Pada gambar di atas dijelaskan bahwa bentuk dari transformator berupa kotak dan sebagian ditunjukkan nilai kapasitasnya. Trafo mempunyai bentuk berbeda-beda sesuai fungsinya, misalkan pada trafo transmisi listrik ukurannya lebih besar dibanding yang lainnya.

Untuk simbol dari trafo, kita juga dapat melihatnya pada gambar diatas. Simbol tersebut menjelaskan bahwa trafo digunakan untuk membatasi medan magnet. Dengan demikian trafo dapat merubah tegangan arus listrik seperti menaikkan serta menurunkannya.

Bagi Ahli Elektronika, Selain Pengertian Trafo Harus Memahami Juga Pengertian Relay

Prinsip Kerja Trafo

Prinsip Kerja Trafo
pixabay.com

Pada dasarnya, transformator dapat berfungsi dengan mengubah tegangan menjadi dua aliran listrik. Biasanya aliran listrik tersebut dinamakan kumparan primer dan sekunder. Semakin tinggi tegangan listriknya maka semakin besar juga medan magnetnya.

Arus listrik AC yang masuk pada kumparan primer mampu menyebabkan terjadinya fluks magnet bolak-balik. Kemudian, fluks magnet tersebut akan melewati kumparan sekunder sehingga menimbulkan GGL induksi.

Perubahan fluks dan jumlah lilitan pada kumparan sekunder menentukan besarnya GGL induksi. Sehingga terjadilah fungsi dari transformator, yaitu merubah tegangan listrik rendah menjadi tinggi ataupun sebaliknya.

Adapun inti besi pada transformator yang berisi kumpulan dari lempengan besi tipis terisolasi dan ditempel berlapis-lapis. Gunanya, untuk mempermudah fluks magnet untuk berjalan yang ditimbulkan arus listrik serta mengurangi suhu panas didalamnya.

Baca Juga: Ini Pengertian Kontaktor

Jenis Transformator

Umumnya trafo dikenal dengan dua jenis yang berbeda, yaitu transformator step up dan step down. Namun, ternyata ada jenis trafo lainnya yang mungkin belum kita ketahui. Berikut ini adalah jenis-jenis transformator beserta penjelasannya :

1. Transformator Step up

Trafo Step Up
rumus.co.id

Transformator step up berfungsi untuk menaikkan level dari tegangan listrik bertipe AC. Ringkasnya dengan trafo jenis ini, kita bisa menaikkan tegangan listrik dari arus rendah menjadi besar.

Komponen tegangan sekunder dijadikan output yang lebih tinggi dengan memperbanyak lilitan dikumparannya sehingga aliran primer menjadi lebih sedikit. Trafo jenis ini biasa digunakan sebagai penghubung generator ke grid didalam tegangan listrik.

2. Transformator step down

Transformator Step down
rumus.co.id

Transformator step down berfungsi untuk menurunkan level dari tegangan listrik bertipe AC. Ringkasnya dengan trafo jenis ini, kita bisa menurunkan tegangan listrik dari arus tinggi menjadi rendah.

Komponen tegangan primer mempunyai lebih banyak lilitan dikumparannya sehingga aliran sekunder menjadi lebih sedikit. Trafo jenis ini biasa digunakan PLN sebagai penyesuai daya listrik agar dapat dikonsumsi peralatan elektronik disetiap rumah.

3. Autotransformator

Pengertian transformator jenis ini adalah komponen transformator yang hanya mempunyai satu lilitan saja. pada Autoransformator, sebagian lilitan primer merupakan milik sekunder juga. Lilitan pada trafo jenis ini mampu dibuat dengan kawat yang lebih tipis dibandingkan jenis lainnya.

Selain itu, ukurannya pun lebih kecil dan memiliki risiko kerugian yang lebih rendah dibandingkan trafo yang menggunakan dua lilitan. Namun, trafo ini tidak mampu dipakai untuk menaikkan tegangan listrik menjadi berkali-kali lipat.

4. Transformator Isolasi

Pada kumparan primer dan sekunder, trafo ini mempunyai lilitan dengan jumlah yang sama. Sehingga tegangan listrik pada kumparan primer pun sama dengan sekunder. Transformator jenis ini memiliki fungsi sebagai isolasi diantara dua penyangganya.

5. Transformator Pulsa

Trafo jenis ini didesain khusus untuk memberikan output berupa gelombang. Trafo ini memiliki material inti yang membuat arus kumparan primer cepat mencapai titik tertentu dan menyebabkan fluks magnet berhenti bergerak.

Karena GGL induksi pada lilitan sekunder terbentuk dengan adanya pergerakanan dari fluks magnet, maka trafo ini tidak dapat menghasilkan outputnya. Terkecuali jika arus pada kumparan primer berbalik arah maka akan menghasilkan keluaran.

6. Transformator Tiga Fase

Jenis ini terdiri dari tiga trafo yang saling terhubung secara khusus. Untuk lilitannya, pada kumparan primer biasanya dihubungkan secara bintang (Y) dan lilitan sekunder disambungkan dengan delta.

Akhir Kata

Kesimpulannya, transformator atau biasa disebut dengan trafo ini memiliki peran yang sangat penting untuk menyesuaikan daya tegangan listrik. Ringkasnya, dengan adanya trafo ini maka arus listrik dapat dikendalikan seperti dinaikan maupun diturunkan.

Trafo untuk menaikan tegangan biasanya disebut dengan transformator step up dan yang menurunkan arus listrik disebut step down.  Selain itu, transformator diketahui hanya bisa mengelola arus bertipe AC atau bolak-balik.

Demikianlah pembahasan tentang pengertian transformator atau trafo. Selain itu, kita juga telah membahas jenis-jenis dan prinsip kerja pada transformator. Semoga informasi ini dapat berguna dan bermanfaat untuk kita semua.

Pengertian Optocoupler

Afriansyah
3 min read

Pengertian MOSFET

Afriansyah
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *