Afriansyah Seorang penggemar elektronika dan hal-hal berbau teknologi

Pengertian Sensor

Apa itu Sensor, Klasifikasi dan Fungsinya

Pengertian Sensor – Di zaman majunya teknologi, sensor menjadi sebuah perangkat yang paling sering ditemui pada beberapa peralatan elektronik. Sensor menjadi sebuah komponen yang berguna pada perangkat elektronik agar dapat bekerja secara otomatis.

Adanya sensor tentunya sangat membantu kita untuk membantu kegiatan sehari-hari. Seperti adanya CCTV bisa bergerak otomatis, AC yang dapat menyesuaikan suhu, Remote Control, lampu mati hidup dengan sendirinya dan sebagainya.

Semuanya memiliki cara kerja menggunakan sensor.

Pengertian Sensor

Pengertian Sensor
pixabay.com

Pengertian sensor adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk mendeteksi perubahan besaran fisika seperti gaya, tekanan, arus listrik, cahaya, suhu dan sebagainya. Sekarang ini, banyak sekali perangkat elektronik yang bisa berfungsi secara otomatis dengan adanya sensor.

Sensor ini akan mendeteksi perubahan dan menganalisanya, setelah itu akan dikonversikan pada output sehingga dapat dimengerti oleh manusia. Biasanya output tersebut ditampilkan pada perangkat sensor atau bisa juga ditransmisikan secara elektronik melalui jaringan.

Dengan demikian, output tersebut akan diolah menjadi informasi yang bermanfaat untuk penggunanya. Pada dasarnya, sensor digolongkan sebagai transduser input karena dapat mengubah energi fisik seperti gaya, cahaya dan lainnya menjadi sinyal listrik.

Pengertian Sensor Menurut Para Ahli

Pada dasarnya, sensor merupakan perangkat yang dapat berfungsi untuk mendeteksi besaran fisika dan merubahnya. Namun, berikut ini adalah pengertian sensor menurut beberapa para ahli:

  • Menurut D Sharon

Sensor adalah sebuah peralatan yang dapat digunakan sebagai pendeteksi gejala dan sinyal-sinyal pada perubahan sebuah energi. Seperti halnya energi listrik, kimia, fisika, biologi dan sebagainya. Seperti halnya mata sebagai sensor penglihatan serta telinga untuk pendengaran dan sebagainya.

  • Menurut William D. C.

Sensor adalah sebuah alat yang dapat bekerja oleh energi dalam sebuah transmisi dan selanjutnya akan disalurkan. Biasanya energi yang disalurkan berupa bentuk lainnya yang masih merupakan bagian transmisinya.

Selain Sensor, Ada Juga Thermistor.. Klik Pengertian Thermistor

Klasifikasi Sensor Berdasarkan Jenisnya

Sensor yang terdapat pada perangkat elektronik, biasanya mempunyai jenis yang berbeda-beda. Umumnya, perangkat ini terdiri dari dua klasifikasi berdasarkan jenisnya, pertama sensor analog dan digital, kedua sensor aktif dan pasif.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah pembahasan singkat mengenai perbedaan jenis sensor tersebut:

Perbedaan Sensor Analog dan Sensor Digital

Klasifikasi ini terbagi menjadi dua jenis berdasarkan bentuk yang berbeda, yaitu sensor analog dan digital. Berikut ini adalah penjelasan mengenai sensor analog dan digital:

1. Sensor Analog

Jenis ini adalah sensor yang menghasilkan sinyal output bersifat kontinu atau berkelanjutan. Sinyal output yang dihasilkan jenis sensor ini sebanding dengan pengukurannya. Sensor analog dapat diartikan sejalan sesuai besarannya.

Misalkan perubahan suhu yang diukur pada air raksa. Maka tinggi air raksa dalam pipa kapiler pada thermometer itu juga akan berubah mengikuti suhu tersebut. Karakteristik yang didapat dari sensor ini adalah rentang nilai yang bersifat kontinu.

Ciri lainnya pada sensor ini adalah tegangan atau arus analog dapat memiliki nilai pada range tertentu. Range ini dapat dipresentasikan dengan mengukur besaran tersebut pada voltmeter maupun amperemeter.

2. Sensor Digital

Sensor digital adalah sebuah perangkat yang menghasilkan sinyal output berupa disktrit. Sinyal diskrit mempunyai arti tidak berkelanjutan dan bisa direpresentasikan dalam satuan bit. Biasanya, sensor digital terdiri dari kabel dan pemancar.

Sensor digital mampu merubah inputnya menjadi sebuah output tanpa adanya komponen eksternal. Output tersebut akan ditampilkan dalam format seperti bilangan biner yaitu 1 dan 0 (ON atau OFF).

Untuk contoh pada sensor digital dapat dilihat pada pendeteksi cahaya, suhu, kecepatan dan sebagainya secara digital. Tampilan keluarannya biasanya akan di-display pada perangkat tersebut maupun komputer.

Thermostat merupakan salah satu komponen yang memakai sensor digital. Cek pengertian Thermostat.

Beda Sensor Aktif dan Sensor Pasif

Beda Sensor Aktif dan Pasif
pixabay.com

Klasifikasi ini terbagi menjadi dua jenis berdasarkan sifat yang berbeda, yaitu sensor aktif dan pasif. Berikut ini adalah penjelasan mengenai sensor aktif dan pasif:

1. Sensor Aktif

Jenis ini merupakan sensor yang membutuhkan sumber daya eksternal (sinyal pemicu) agar fungsinya dapat dijalankan. Sumber daya tersebut digunakan sensor aktif untuk dapat menghasilkan output.

Kita bisa mengambil contoh pada strain gauge, pada sensor terrsebut biasanya dipakai untuk mendeteksi perubahan tekanan. Pada dasarnya, sensor ini tidak bisa menghasilkan listrik sendiri.

Namun, dengan adanya sumber daya eksternal sebagai sinyal pemicu maka hambatan listriknya bisa diukur dengan mendeteksi perubahan gaya tekanan tersebut.

2. Sensor Pasif

Jenis ini merupakan sensor yang tidak membutuhkan sumber daya eksternal atau sinyal pemicu. Sensor pasif dapat menghasilkan sinyal listrik sendiri saat mendeteksi perubahan besarannya.

Contohnya pada termokopel atau foto diode. Sensor ini berarti mampu untuk langsung mengubah sifat fisiknya seperti hambatan, induktansi atau kapasitansi dan sebagainya.

Jenis-jenis Sensor

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa sensor dapat mendeteksi perubahan dari besaran fisika. Besaran fisika yang dimaksud dapat berupa gerakan, cahaya, tekanan, suara, suhu dan sebagainya.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah pembahasan singkat mengenai sensor berdasarkan jenis-jenisnya:

1. Akselerometer (Accelerometer)

Sensor Akselerometer
unsplash.com

Akselerometer adalah sensor yang dapat mendeteksi perubahan kecepatan, posisi, goncangan, getaran, orientasi serta kemiringan pada perangkatnya. Jenis akselerometer ini dapat berupa sensor analog maupun digital.

Berdasarkan pada sinyal output, akselerometer ini menghasilkan tegangan variable konstan dengan jumlah yang diterapkan pada sensor tersebut. Selain itu, sensor ini dapat dibagi berdasarkan golongan variasi konfigurasi dan sensitivitasnya.

2. Sensor Tekanan (Pressure Sensor)

Sensor Tekanan
unsplash.com

Jenis ini merupakan sebuah sensor yang dapat digunakan untuk mengukur jumlah tekanan yang ada pada sebuah perangkat. Sensor ini akan menghasilkan sinyal output berupa analog yang sebanding dengan jumlah tekanan yang diberikan.

Contohnya adalah sensor piezoelektrik, dimana pada perangkat tersebut dapat mengukur perubahan tekanan ke muatan listrik. Selain itu, Piezoelektrik juga bersifat reversible sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam pengaplikasian.

3. Sensor Giroskop (Gyroscope sensor)

Sensor Giroskop
pixabay.com

Jenis ini merupakan sebuah sensor yang dapat digunakan untuk merasakan dan menentukan orientasi dengan bantuan dari gravitasi bumi. Sebenarnya banyak yang masih bingung tentang perbedaan sensor giroskop dengan akselerometer.

Perbedaanya pada sensor giroskop dapat merasakan rotasi sedangkan akselerometer tidak. Pengaplikasian sensor ini dapat dilihat pada sebuah smartphone, dimana bisa mendeteksi gerakan kita sesuai gravitasi.

4. Sensor Suara (Sound Sensor)

Sensor Suara
pixabay.com

Jenis ini merupakan sebuah sensor analog yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat suara yang diterimanya. Cara kerjanya, sensor suara akan menerjemahkan amplitude volume menjadi tegangan listrik untuk selanjutnya ditingkatkan.

Proses pada sensor ini memerlukan beberapa sirkuit didalamnya. Selain itu, sensor ini juga harus menggunakan mikrokontroler bersama dengan mikrofon untuk menghasilkan sinyal output berupa analog.

5. Sensor Cahaya (Light Sensor)

Sensor Cahaya
pixabay.com

Jenis ini merupakan sebuah sensor analog yang dapat digunakan untuk mendeteksi besaran cahaya yang mengenai perangkat tersebut. Sensor ini dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, seperti foto resistor, fotosel dan Cadmium Sulfide (CdS).

Light Dependent Resistor juga merupakan sensor berupa analog yang dapat menyalakan atau mematikan perangkatnya dengan mendeteksi besaran cahaya. Nilai resistansi pada LDR akan naik jika intensitas cahaya yang diterimanya menurun.

6. Sensor Ultrasonik (Ultrasonic Sensor)

Sensor Ultrasonik Radar
pixabay.com

Jenis ini merupakan sebuah sensor yang dapat digunakan untuk mendeteksi jarak serta kecepatan suatu benda. Sensor ini dapat bekerja berdasarkan gelombang suara dengan frekuensi lebih besar dari pada volume yang dihasilkan manusia.

Dengan menggunakan gelombang suara, sensor ini dapat mengukur jauhnya jarak suatu objek. Sensor ultrasonik biasa dipergunakan sebagai radar atau navigasi untuk mengetahui keberadaan objek yang ingin dicarinya.

7. Sensor Suhu (Temperature Sensor)

Sensor Suhu
pixabay.com

Jenis ini merupakan sebuah sensor yang dapat digunakan untuk mendeteksi suhu atau temperatur disekitarnya. Cara kerjanya temperatur disekitar sensor tersebut akan masuk atau ter-input kedalam perangkat tersebut.

Setelah mendeteksi suhu yang masuk, perangkat tersebut akan menghasilkan sebuah output secara otomatis. Contohnya kita bisa lihat pada Air Conditioner, alat elektronik tersebut mampu menghasilkan suhu yang sesuai dengan lingkungannya.

8. Sensor Efek Hall (Hall Effect Sensor)

Sensor Hall Effect
pixabay.com

Jenis ini merupakan sebuah sensor yang dapat digunakan untuk mengubah input magnetik menjadi sinyal listrik. Selanjutnya, sinyal listrik tersebut diolah sehingga menghasilkan output sesuai dengan cara kerja perangkatnya.

Sensor ini sering dipakai untuk mendeteksi kedekatan (proximity), posisi (positioning), kecepatan (speed), arus listrik (current sensing) dan pergerakan arah (directional).

9. Sensor Kelembaban (Humidity Sensor)

Sensor Kelembapan
pixabay.com

Jenis ini merupakan sebuah sensor yang dapat digunakan untuk mendeteksi tingkat kelembapan disekitarnya. Tingkat kelembapan tersebut akan mengenai sensor yang berada pada perangkat elektronik dan diolahnya sehingga menghasilkan output.

Pengukuran tingkat kelembapan ini sangat penting untuk menganalisa lingkungan disuatu wilayah, penyimpanan produk yang sensitif dan sebagainya. Biasanya sensor ini sering terlihat pada mesin pengering kertas di bidang industri.

Akhir Kata

Kesimpulannya, sensor merupakan sebuah komponen pada perlatan elektronik yang dapat mengotomatisasi fungsi didalamnya. Adanya sensor ini tentunya sangat membantu kegiatan kita agar dapat menjalankan secara otomatis fungsi dari peralatan elektronik tersebut.

Kini, hampir semua teknologi memanfaatkan sensor didalamnya seperti halnya robot dengan kecerdasan buatan yang dapat berprilaku seperti manusia. Didalamnya, terdapat banyak jenis sensor sehingga bisa berfungsi layaknya manusia.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian sensor. Selain itu, pada pembahasan ini kita juga membahas klasifikasi sensor dan jenis-jenisnya. Semoga informasi ini berguna dan bermanfaat untuk kita semua.

Pengertian Sensor Sudah, Baca Pengertian Relay

Afriansyah Seorang penggemar elektronika dan hal-hal berbau teknologi

Pengertian Optocoupler

Afriansyah
3 min read

Pengertian MOSFET

Afriansyah
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *