Afriansyah Seorang penggemar elektronika dan hal-hal berbau teknologi

Pengertian Sistem Starter

Pengertian Sistem Starter – Pada umumnya, sistem starter sering kita jumpai pada sebuah mesin salah satunya adalah kendaraan seperti mobil dan motor. Mesin pada kendaraan tersebut memerlukan sistem starter agar dapat hidup.

Ringkasnya, dengan adanya sistem starter pada sebuah mesin, maka akan dapat mengubah arus listrik pada aki menjadi energi mekanik.

Energi mekanik ini nantinya akan berguna untuk membuat mesin tersebut dapat hidup dan bergerak.

Untuk lebih jelasnya, kita bahas mengenai pengertian sistem starter.

Pengertian Sistem Starter

Sistem starter adalah komponen yang berfungsi untuk menghidupkan atau menjalankan sebuah mesin. Pada mesin kendaraan sendiri, sistem starter berfungsi untuk mengubah arus listrik yang terdapat pada aki menjadi energi mekanik.

Energi mekanik ini akan dapat membuat mesin dari kendaraan tersebut dapat bergerak dan berjalan. Disisi lain, sistem starter ini berfungsi sebagai penggerak awal sehingga mesin pada kendaraan dapat melakukan proses pembakarannya.

Berarti dengan adanya sistem starter ini membantu kita untuk menghidupkan atau menjalankan sebuah mesin. Tentunya akan sangat berpengaruh jika sistem starter pada sebuah mesin bermasalah atau rusak.

Jenis-Jenis Sistem Starter

Kita sudah tahu salah satu jenis dari sistem starter adalah yang digerakkan dari tenaga kaki manusia (kick starter).

Namun, sistem starter mempunyai beberapa jenis lainnya yang perlu kita ketahui seperti yang berikut ini:

Starter MekanikStarter mekanik adalah salah satu jenis yang paling sering kita jumpai. Starter ini biasanya digerakkan oleh tenaga manusia seperti starter kaki (kick starter) pada sepeda motor, dan slenger pada mesin diesel.
Starter ElektrikJenis starter ini mengubah energi arus listrik agar dapat menjalankan sebuah mesin. Kini, starter elektrik banyak diaplikasikan pada sepeda motor dan mobil. Menjadikan mesin kendaraan tersebut dapat hidup dan berjalan dengan mudah.
Starter PneumatikJenis starter ini mengubah udara yang memiliki tekanan besar menjadi sumber tenaga atau penggeraknya. Biasanya starter pneumatic diaplikasikan pada kapal laut, karena mesin pada kendaraan tersebut cukup besar.

Komponen Utama Sistem Starter

Sistem starter tentunya mempunyai berbagai macam komponen didalamnya.

Ringkasnya, dengan adanya komponen tersebut maka sistem starter dapat berfungsi disebuah mesin. Adapun komponen utama sistem starter diantaranya sebagai berikut:

BatteryKomponen ini memiliki fungsi sebagai penyedia atau sumber arus listrik
Saklar StarterKomponen ini memiliki fungsi untuk mengalirkan arus listrik ke relay starter.
Relay StarterKomponen ini memiliki fungsi untuk mengalirkan arus listrik yang besar ke motor starter.
Motor StarterKomponen ini memiliki fungsi untuk merubah tenaga listrik yang telah dialirkan menjadi sebuah momen putar pada mesin.

Sistem Starter ini juga mungkin erat kaitannya dengan motor. Silakan baca pengertian motor DC

Tipe-Tipe Motor Starter

Pada sebuah kendaraan didalamnya terdapat motor starter yang berguna agar sistem pada mesin dapat bergerak. Umumnya, terdapat tiga tipe pada motor starter yang berbeda namun memiliki fungsi yang sama.

Berikut ini adalah tiga tipe pada motor starter:

1. Tipe Konvensional

www.teknik-otomotif.com

Tipe ini merupakan jenis dari motor starter yang pertama dan memiliki mekanisme yang sangat sederhana. Kendaraan yang menggunakan tipe motor starter ini biasanya memiliki CC atau kapasitas yang kecil.

Karena didalamnya tidak terdapat gear dan komponen tambahan lainnya sebagai pendukung besarnya momen putar pada mesin. Hal ini tentunya mempengaruhi kapasitas dari kendaraan yang menggunakan tipe motor starter ini.

2. Tipe Reduksi

riastypurwandari.blogspot.com

Motor starter dengan tipe ini banyak digunakan pada kendaraan besar yang kapasitas mesinnya lebih dari 5000cc. Dari bentuknya, tipe motor starter ini memiliki ukuran yang lebih besar dibanding tipe lainnya.

Kontruksi pada tipe motor starter ini lebih rumit dibandingkan tipe konvensional.

Selain itu, mesin yang berkapasitas tinggi juga memerlukan motor starter yang dapat menyediakan daya dan momen putar yang besar.

3. Tipe Planetary

riastypurwandari.blogspot.com

Tipe motor starter ini cukup memiliki kesamaan dengan tipe konvensional. Perbedaannya pada tipe ini memiliki suara yang lebih halus dan momen putar yang lebih besar dibanding konvensional.

Tipe motor starter ini memiliki kontruksi yang lebih kompleks, karena ditambahkan roda gigi yang dibentuk dan disusun menyerupai lintasan planet. Kendaraan yang menggunakan tipe motor starter ini memiliki kapasitas menengah.

Baca Juga: Pengertian Motor Servo

Komponen Motor Starter

www.sekolahkami.com

Motor starter tentunya mempunyai macam-macam komponen didalamnya.

Ringkasnya, dengan adanya komponen tersebut maka motor starter dapat berfungsi disebuah mesin. Adapun komponen dari motor starter diantaranya sebagai berikut:

1. Field Coil

www.sekolahkami.com

Komponen ini terbuat dari tembaga yang dililitkan pada inti motor starter. Field coil ini berfungsi untuk membangkitkan medan magnet pada motor starter.

2. Jangkar / Armature

www.sekolahkami.com

Komponen ini berfungsi untuk merubah arus listrik menjadi energi mekanik atau sebagai penghasil momen putar. Pada komponen ini terdapat komutator yang bersentuhan langsung dengan brush yang berfungsi sebagai terminal armature.

Selain itu pada setiap ujung armature terdapat bearing yang berfungsi untuk menopangnya agar dapat berputar stabil diantara pole core.

3. Brush

www.sekolahkami.com

Komponen ini terbuat dari tembaga lunak yang berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari field coil ke armature melalui komutator. Brush pada starter, memiliki dua jenis, yaitu brush positive dan negative.

Brush ini selalu terhubung langsung dengan komutator karena ditekan oleh pegas. Karena terbuat dari bahan tembaga lunak, maka nantinya akan bisa habis dan motor starter tidak dapat berputar.

4. Yoke dan Pole Core

www.sekolahkami.com

Yoke terbuat dari logam yang berbentuk silinder dan dapat berfungsi sebagai tempat untuk mengikatkan pole core. Sedangkan, pole core berfungsi sebagai penopang dan penguat medan magnet yang ditimbulkan field coil.

5. Sarter Clutch

www.sekolahkami.com

Komponen ini berfungsi untuk memindahkan momen putar kepada roda penerusnya. Saat roda penerus cenderung memutarkan pinion gear, maka sarter clutch juga berguna sebagai pengaman armature coil.

6. Armature Brake

www.sekolahkami.com

Komponen ini berfungsi untuk memperlambat laju putaran armature setelah lepas dari perkaitan dengan roda penerus.

7. Magnetic Switch

www.sekolahkami.com

Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan pinion gear ke roda penerus. Selain itu juga berguna untuk melepaskan pinion gear dari roda penerus. Komponen ini juga mengalirkan arus listrik pada sirkuit motor starter melalui terminal utama.

8. Driver Lever

www.sekolahkami.com

Drive lever dapat berfungsi untuk mendorong pinion gear ke arah posisi yang berkaitan dengan roda penerus. Selain itu, komponen ini juga dapat melepaskan pinion gear yang terkait dengan roda penerus saat mesin menyala.

Proses mendorong dan melepaskan ini juga dibantu dengan magnetic switch. Sehingga fungsi dari komponen ini dapat bekerja dengan baik.

Akhir Kata

Kesimpulan pada pembahasan ini adalah dengan sistem starter, maka mesin akan dapat dihidupkan dan bergerak. Secara ringkasnya, sistem starter pada mesin akan merubah sumber dayanya menjadi energi untuk dapat hidup dan bergerak.

Demikianlah pembahasan tentang pengertian sistem starter beserta jenis-jenisnya. Dengan demikian kita menjadi lebih memahami tentang sistem starter dan juga mengetahui komponen didalamnya.

Semoga pembahasan dan informasi yang telah disajikan ini dapat bermanfaat.

Afriansyah Seorang penggemar elektronika dan hal-hal berbau teknologi

Pengertian Optocoupler

Afriansyah
3 min read

Pengertian MOSFET

Afriansyah
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *