Afriansyah Seorang penggemar elektronika dan hal-hal berbau teknologi

Pengertian Amplifier

Apa itu Amplifier

Pengertian Amplifier – Amplifier sering disebut juga sebagai rangkaian yang berfungsi untuk meningkatkan sinyal output. Biasanya, sinyal tersebut berupa suara audio bentuk analog.

Selain itu, amplifier juga terdapat pada alat elektronik yang memiliki loudspeaker didalamnya.

Dengan menggunakan amplifier maka rangkaian tersebut dapat meninggikan suara, karakteristik serta kualitas suara juga.

Salah satu perangkat elektronik yang menggunakan amplifier adalah speaker.

Pengertian Amplifier

Pengertian Amplifier
pixabay.com

Amplifier adalah rangkaian elektronika yang digunakan untuk memperkuat atau memperbesar sinyal output pada suara.

Untuk poin-poin yang perlu diketahui seperti ini:

  • Amplifier dapat meningkatkan sinyal audio yang berbentuk analog dari sumber suara kecil sebagai input-nya menjadi lebih besar untuk ouput-nya.
  • Untuk dapat memperoleh input-nya, digunakan alat tranduser seperti mikrofon yang dapat mengkonversikan suara menjadi listrik.
  • Sinyal listrik yang bertipe AC atau arus bolak-balik kemudian diperkuat lagi tegangannya, sehingga menjadi output menjadi lebih besar. Biasanya, besaran penguatannya disebut gain.

Dengan proses demikian, maka speaker dapat mengkonversikan suara menjadi lebih besar. Untuk contohnya, kita bisa melihatnya pada sebuah speaker, megaphone dan sebagainya.

Fungsi Amplifier

Fungsi amplifier
pixabay.com

Pada umumnya, amplifier banyak digunakan untuk memperkuat sinyal suara. Selain itu, amplifier juga mempunyai beberapa fungsi lainnya.

Berikut ini adalah fungsi-fungsi pada amplifier:

1. Menyesuaikan Suara Keluaran (Output)

Amplifier mampu membuat output-nya mempunyai sinyal suara yang mirip dengan input-nya. Alasannya, karena amplifier mempunyai komponen pre-amp didalamnya.

Selain itu, biasanya sinyal-sinyal input seperti:

  • DVD
  • MP3 Player
  • Dan sebagainya

Memiliki karakteristik yang berbeda.

Namun, dengan adanya komponen tersebut maka amplifier mampu menguatkan serta menyamankan suara yang dihasilkan.

2. Dapat Mengatur Karakteristik Suara

Amplifier juga berfungsi untuk dapat mengatur karakteristik suara seperti bass, treble, balance, middle dan volume.

Apalagi jika di dalamnya terdapat komponen AUX (seperti yang ada di TOA).

Dengan demikian, karakteristik suara pada amplifier tersebut dapat diubah sesuai dengan yang kita inginkan.

3. Sebagai Penguat Suara

Merupakan fungsi utama pada sebuah amplifier. Amplifier dapat menguatkan sinyal audio yang kemudian sinyal tersebut dikeluarkan melalui gelombang suara pada loudspeaker.

Tapi sebelumnya, sinyal suara inputyang ada, dikonversi terlebih dahulu menjadi sinyal listrik supaya tegangannya bisa naik.

Setelah tegangannya naik, suara yang dihasilkan nanti akan menjadi lebih besar.

Jenis Amplifier

Pada umumnya, Amplifier dibedakan menjadi 4 jenis diantaranya:

  • Output Transformer
  • Output Transformer Less
  • Output Capacitor Less
  • Bridge Transformer Less.

Berikut jenis-jenis amplifier :

1. Power Amplifier OT (Output Transformer)

Jenis ini merupakan amplifier yang menggunakan kopling atau sebuah trafo untuk menghubungkan rangkaian penguat akhir dengan beban pengeras suara.

Respon frekuensi amplifier OT biasanya berada pada range audio menengah, sehingga reproduksi suara nada bassnya tidak terlalu bagus.

Untuk keunggulannya, amplifier OT ini tahan terhadap short sircuit penguat akhir. Sehingga penguat suara (loud speaker) menjadi tidak cepat rusak.

Amplifier jenis ini biasanya sering digunakan sebagai pengeras suara saat berpidato, ceramah, dan sebagainya.

2. Power Amplifier OTL (Output Transformer Less)

Jenis ini merupakan amplifier yang tidak menggunakan transformer sebagai kopling dari rangkaiannya dengan pengeras suara.

Amplifier jenis ini mempunyai ciri khas yang terdapat pada jenis catu dayanya (power supply). Amplifier OTL juga menggunakan tegangan non simetris untuk memfungsikannya.

Selain itu, Amplifier OTL mempunyai ciri khas lainnya yaitu terdapatnya ukuran kapasitor yang cukup besar. Bahkan biasanya lebih dari 1000µF.

Kapasitor yang digunakan pada amplifier ini berjenis ELCO yang mempunyai arah polaritas yang terdiri dari positif (+) dan negative (-).

Fungi ELCO pada Amplifier, salah satunya Power Amplifier berguna untuk menstabilkan tegangan listrik

Untuk pengaplikasiannya, Amplifier OTL biasa digunakan pada perangkat elektronik seperti televisi, handphone, radio, laptop dan sebagainya.

Baca lebih lengkap Pengertian Kapasitor

3. Power Amplifier OCL (Output Capasitor Less)

Amplifier OCL biasanya digunakan pada penguat daya amplitudo yang besar, oleh karena itu jenis ini dipasangkan catu daya (power supply) simetris.

Selain itu, amplifier OCL dianggap lebih aman pada ouput yang dikeluarkan ke beban pengeras suara (loudspeaker).

Amplifier jenis ini mempunyai ciri khas pada salah satu ujung beban keluaran yang terhubung dengan CT transformator.

CT transformator berfungsi sebagai sumber tegangan pada titik simpul atau tengah dari suatu gelombang suara yang dihasilkan.

Sehingga, sinyal suara yang dihasilkan oleh amplifier jenis ini akan menjadi cukup lebih besar dan ngebass dibandingkan yang lainnya.

4. Power Amplifier BTL (Bridge Transformer Less)

Jenis ini merupakan hasil dari penggabungan dari dua amplifier menggunakan sebuah sistem yang sering disebut dengan istilah Bridge.

Dengan demikian, amplifier BTL akan memperoleh sinyal amplitudo sebesar 2 kali lipat dari pada hanya menggunakan satu buah saja.

Namun, ada permasalahan yang sering terjadi pada amplifier BTL, yaitu mempunyai panas berlebih pada masing-masing IC (Integrated Circuit).

Untuk mengatasinya, maka harus dipasangkan pendingin (heatsink) yang cukup besar pada setiap IC agar mencegahnya terbakar atau hangus.

Komponen Penyusun Amplifier

Pada sebuah Amplifer, biasanya mempunyai beberapa komponen penyusun agar rangkaian tersebut dapat berfungsi, diantaranya trafo, ELCO, sanken dan tone control.

Agar kita lebih mengenalinya, berikut ini adalah pembahasan mengenai komponen penyusun pada amplifier:

1. Trafo (Transformator)

Trafo amplifier
seputarilmu.com

Trafo menjadi sumber daya utama pada sebuah rangkaian amplifier. Trafo juga berfungsi untuk menurunkan tegangan AC menjadi sesuai dengan kebutuhan amplifier.

Sekarang ini banyak amplifier yang menggunakan catu daya (power supply) simetris. Catu daya simetris umumnya terdiri dari tegangan positif, negative dan netral.

Sehingga amplifier dapat memasok daya yang cukup tinggi agar dapat menghasilkan output suara yang besar.

2. ELCO (Electrolyte Capacitor)

Kapasitor Elektrolit ELCO
erudisi.com

ElCO atau kapasitor elektrolit merupakan sebuah komponen yang berfungsi untuk menyaring arus listrik bergelombang menjadi rata.

Selain itu, ELCO juga mempengaruhi suara Bass pada sebuah amplifier, semakin besar kapasitasnya maka akan bagus keluaran yang dihasilkannya.

Ringkasnya, komponen ini sangat berguna untuk menyesuaikan sinyal suara masukan menjadi keluaran yang berkualitas karena pernyaringan arus listriknya.

Baca Juga: Pengertian Sensor

Sanken

sanken amplifier
solfegio.com

Sanken adalah salah satu jenis dari transistor yang dikhususkan untuk diaplikasikan pada penguat daya atau amplifier.

Biasanya, sebuah amplifier menggunakan minimal 2 sanken dan dapat ditambahkan sesuai dengan kelipatannya.

Sanken merupakan komponen pada amplifier yang mempunyai pekerjaan rumit, sehingga membutuhkan heatsink atau pendingin agar tidak panas.

Selain itu, sanken juga merupakan salah satu komponen penghasil kualitas suara yang nantinya akan dikeluarkan sebagai output.

Tone Control

tone control amplifier
www.soundonsound.com

Tone control merupakan komponen pada amplifier yang berfungsi untuk melakukan pengaturan karakteristik frekuensi seperti nada rendah dan tinggi.

Selain itu, komponen ini juga berfungsi untuk mengatur amplitudo sinyal audio. Umumnya, terdapat dua metode tone control yaitu jenis pasif dan aktif.

Masing-masing metode tone control pada amplifier tersebut tentunya memiliki fungsi yang berbeda. Namun, fungsi utama komponen ini agar kita dapat menyesuaikan outputnya.

Dengan demikian, tone control dapat digunakan untuk mengatur bass, midle, balance, treble dan volume agar kita dapat menyesuaikan kualitas suara.

Tips Memilih Amplifier

Marshall amplifier
www.pexels.com

Bagi kita yang ingin menggunakan Amplifier, adapun tips-tips agar dapat memilihnya dengan tepat. Berikut ini adalah tips memilih amplifier yang harus diperhatikan:

1. Fitur Suara Sesuai Kebutuhan

Pada umumnya, setiap produsen amplifier mempunyai ciri khas tersendiri, misalnya seperti karakter suara output yang dihasilkan.

Untuk itu, sebaiknya kita mencari referensi terlebih dahulu agar dapat memilih amplifier yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Contohnya seperti amplifier Marshall yang memiliki karakteristik suara yang dihasilkan cukup jernih dan berkualitas.

2. Menyesuaikan Jenisnya

Pada sebuah amplifier, terdapat beberapa jenis berdasarkan pemakaiannya diantaranya untuk alat musik, audio kendaraan dan speaker.

Setiap jenis tersebut tentunya mempunyai tingkatan suara, karakteristik dan fungsi yang berbeda-beda.

Jika kita membutuhkan amplifier sebagai speaker, maka dapat memilih jenis tersebut dengan daya keluaran yang lebih tinggi dibanding audio kendaraan.

3. Menyesuaikan Ukuran Ruangannya

Sebelum membeli sebuah amplifier, pastikan dahulu mau digunakan untuk diruangan apa dan memperhatikan ukuran daya listriknya.

Misalnya jika kita membutuhkan amplifier untuk ruangan seperti rumah, maka dapat memilih amplifier dengan kekuatan daya listrik 10 watt.

Namun, jika kita membutuhkan amplifier untuk kegiatan konser dan sebagainya maka diharuskan untuk memilih yang kekuatan dayanya besar hingga 100watt.

Perbedaan Antara Arus Listrik AC dan DC yang Harus DIketahui

Akhir Kata

Kesimpulannya, Amplifier merupakan sebuah rangkaian yang dapat digunakan untuk meningkatkan sinyal suara berupa audio.

Sehingga, sinyal suara yang dihasilkan akan lebih besar, berkualitas dan dapat menyesuaikan dengan input nya.

Amplifier dapat berfungsi demikian, karena terdapat komponen penyusun didalamnya diantaranya trafo, ELCO, sanken dan tone control.

Bagi kita yang ingin menggunakannya, sebaiknya untuk menyesuaikannya dahulu antara kebutuhannya dengan jenis-jenis dari amplifier tersebut. kita juga dapat melihat beberapa tips untuk dapat memilih amplifier yang sesuai.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian amplifier. Selain itu kita juga telah membahas fungsi, jenis dan komponen penyusun amplifier.

Semoga bermanfaat.

Afriansyah Seorang penggemar elektronika dan hal-hal berbau teknologi

Pengertian Optocoupler

Afriansyah
3 min read

Pengertian MOSFET

Afriansyah
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *